
DPRD Kotim dorong peran PBS wujudkan pemerataan listrik desa

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong keterlibatan aktif Perusahaan Besar Swasta (PBS) dalam percepatan pemerataan jaringan listrik masuk desa, khususnya dalam mengatasi kendala infrastruktur.
“Kami meminta dan memohon keterlibatan daripada PBS perkebunan kelapa sawit yang ada untuk kerja sama sehingga membuatkan jalan. Karena salah satu kendala dalam pemerataan listrik ini adalah belum memadainya akses jalan,” kata Anggota DPRD Kotim Akhyannoor di Sampit, Kamis.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini cukup vokal dalam memperjuangkan pemerataan listrik. Hal ini dikarenakan di daerah pemilihan (Dapil) III yang merupakan wilayahnya, masalah kelistrikan masih sangat terasa. Khususnya di Kecamatan Pulau Hanaut.
Kecamatan yang dipisahkan oleh Sungai Mentaya dari wilayah utama Kabupaten Kotim tersebut, selama ini mengandalkan pasokan listrik dari Kecamatan Seranau.
Namun, karena jaraknya yang cukup jauh dan adanya hutan di antara kecamatan tersebut berdampak pada arus listrik yang sampai ke Kecamatan Pulau Hanaut yang tidak stabil.
“Contoh di Desa Bapinang itu untuk menyalakan kipas angin saja tidak bisa, apalagi untuk pompa air,” imbuhnya.
Baca juga: DPRD Kotim tekankan loyalitas atlet jelang Porprov XIII Kalteng
Kemudian, ketika musim hujan atau ketika satwa seperti monyet melintas dengan bergelantungan di kabel, sering kali menyebabkan pemadaman hingga berhari-hari di Kecamatan Pulau Hanaut.
Kendalanya bukan hanya itu. Akses jalan yang tidak memadai menyulitkan petugas untuk datang ke lokasi guna melakukan perbaikan jaringan listrik. Oleh karena itu, menurutnya akses jalan di sekitar jalur jaringan sangat krusial.
“Dengan aksesnya jalan itu kalau ada gangguan mereka (petugas) mudah datang. Kalau tanpa itu jika ada gangguan bagaimana untuk memperbaiki gangguan tersebut," jelasnya.
Akhyannoor melanjutkan, saat ini proyek penyambungan listrik ke Pulau Hanaut dari Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara tengah digenjot oleh pihak PLN dan ditargetkan selesai dalam tiga bulan.
Ia optimis jika pembangunan ini selesai dan sudah beroperasi penuh, maka stabilitas daya di wilayah setempat akan terjaga. Ia menyatakan bahwa DPRD dan Pemkab Kotim terus mengawal proses tersebut agar selesai sesuai target.
“Bukan hanya di situ saja, kami berharap voltase listrik di seluruh wilayah Kotim ini aman. Mudah-mudahan pembangunan di Bagendang itu segera terealisasi. Kami yakin dengan begitu penerangan di Kotim hingga Seruyan akan baik dan benar,” demikian Akhyannoor.
Baca juga: BMKG Kotim imbau masyarakat bersiap hadapi kemarau panjang
Baca juga: KONI pastikan Kotim tetap ikut PorprovKalteng meski anggaran belum cair
Baca juga: Legislator Kotim minta pemda kaji ulang aturan terkait UEP
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
