
55 Koperasi Desa Merah Putih Barito Utara belum miliki lokasi

Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertrankop UKM) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengungkapkan sebanyak 55 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah setempat belum memiliki lokasi atau lahan untuk pembangunan gerai fisik.
"Berbagai kendala dalam pembangunan KDMP di daerah ini, terutama terkait dengan ketersediaan lahan dan operasional di lapangan," kata Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara Mastur di Muara Teweh, Sabtu.
Menurut dia, kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan lahan yang strategis dan sesuai spesifikasi untuk pembangunan koperasi. Lahan yang dibutuhkan harus berada di lokasi aman dari banjir serta siap untuk dibangun.
“Yang dimaksud strategis dan sesuai spesifikasi itu, misalnya lahan yang bebas banjir dan siap bangun,” jelasnya.
Selain persoalan lahan, belum tersedianya kantor atau gerai yang representatif juga menjadi hambatan dalam operasional KDMP. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta belum adanya perencanaan usaha yang sesuai dengan potensi lokal turut memperlambat pengembangan koperasi.
“Keterbatasan SDM dan belum adanya perencanaan usaha sesuai potensi yang ada, juga menjadi kendala,” tambahnya.
Mastur menyebutkan keterbatasan permodalan serta dukungan anggaran dari Dana Desa yang masih dalam proses juga menjadi faktor penghambat.
Selain itu, adanya pengurus yang mengundurkan diri serta belum tersedianya anggaran operasional, khususnya untuk koperasi di tingkat kelurahan, turut memengaruhi jalannya program.
"Pemerintah daerah berharap melalui koordinasi bersama DPRD dan pihak terkait, berbagai kendala tersebut dapat segera diatasi agar KDMP dapat berfungsi optimal dalam mendukung perekonomian masyarakat desa," kata Mastur.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
