Logo Header Antaranews Kalteng

Dinkes Kotim siagakan tenaga medis dan logistik hadapi kemarau panjang

Minggu, 12 April 2026 17:00 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah,mematangkan persiapan guna menghadapi kemarau panjang yang diikuti dengan potensi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) serta dampak kekeringan.

“Kami menyiapkan tenaga kesehatan dan logistik yang diperlukan terkait dengan penanggulangan bencana, khususnya karhutla yang biasa berdampak pada peningkatan kasus penyakit, terutama ISPA dan diare,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho di Sampit, Minggu.

Nugroho menjelaskan, berdasarkan data dari BMKG bahwa Kotim akan mengalami perubahan iklim sesuai dengan peralihan musim, dari musim hujan ke musim kemarau, termasuk adanya fenomena El Nino dan ini berdampak pada banyak hal.

Pertama, menurutnya, kondisi cuaca seperti ini kerap berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas air bersih yang merupakan kebutuhan vital bagi manusia, sehingga dampaknya sangat terasa terhadap kesehatan, seperti penyakit diare.

Kedua, sehubungan dengan potensi karhutla yang biasanya diikuti dengan penurunan kualitas udara. Debu dan asap bertebaran di mana-mana menyebabkan masalah saluran pernafasan.

Selanjutnya, peningkatan penyakit faktor nyamuk dan lalat. Khususnya untuk nyamuk, perkembangbiakannya cenderung meningkat saat pancaroba, sehingga potensi penularan penyakit dari nyamuk pun meningkat.

“Hal-hal ini harus diidentifikasi risiko kesehatannya sejak dini untuk langkah mitigasi,” ujar Nugroho.

Ia melanjutkan, langkah konkret yang telah pihaknya ambil sebagai upaya mitigasi tersebut adalah penyiagaan personel di seluruh fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kotim, meliputi 22 puskesmas dan tiga rumah sakit guna mengantisipasi lonjakan pasien.

Baca juga: Legislator Kotim minta pemkab perkuat literasi masyarakat terkait pinjol ilegal

Kemudian, memastikan ketersediaan logistik. Dinkes Kotim mencatat stok masker saat ini masih dalam kategori aman, bahkan jika terjadi peningkatan kasus hingga tiga kali lipat.

Berdasarkan data teknis, tersedia 780 kotak masker anak dan 1.200 kotak masker dewasa yang masing-masing berisi 50 lembar.

Namun, untuk urusan obat-obatan, Nugroho mengakui adanya kendala pada stok oralit yang mulai menipis. Saat ini, sisa stok oralit hanya berjumlah 2.000 bungkus, sehingga pihak dinas telah mengajukan permintaan tambahan pasokan ke tingkat provinsi.

“Untuk penanggulangan diare, stok zinc cukup, tapi untuk oralit sedang kurang dan sudah kami mintakan ke provinsi. Karena pengentasan diare merupakan program pusat, maka pasokannya kami koordinasikan melalui provinsi,” tambahnya.

Selain persiapan internal, Dinkes Kotim juga mengapresiasi dukungan dari elemen masyarakat dan sektor swasta. Kolaborasi antara puskesmas dengan perusahaan swasta di wilayah kerja masing-masing dinilai menjadi kekuatan tambahan dalam memantau kondisi di lapangan.

Nugroho juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara dirasa mulai turun. Selain itu, menjaga kebugaran tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan buah-buahan sangat disarankan agar imunitas tetap terjaga.

Disamping itu, musim kemarau juga membawa ancaman kekeringan yang berkorelasi langsung dengan ketersediaan air bersih. Minimnya air bersih dikhawatirkan akan memicu ledakan kasus diare di tengah lingkungan masyarakat jika tidak diantisipasi sejak dini.

Dinkes Kotim menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama kebiasaan mencuci tangan setiap selesai beraktivitas. Masyarakat juga diminta aktif melapor jika menemukan adanya kasus penyakit menular atau dampak kesehatan akibat cuaca ekstrem di lingkungan mereka.

“Dalam menghadapi situasi seperti ini kebersamaan sangat penting. Kebersamaan dalam artinya penemuan kasus. Jika di masyarakat menemukan ada kasus penyakit, segera laporkan agar bisa segera melakukan penanggulangan secara cepat dan tepat,” demikian Nugroho.

Baca juga: Ratusan pelajar SD di MB Ketapang bersaing dalam olimpiade 2026

Baca juga: Bulog Kotim ajak pedagang dan masyarakat jadi mitra penyaluran Minyakita

Baca juga: BMKG Kotim imbau masyarakat waspada bencana hidrometeorologi



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026