Logo Header Antaranews Kalteng

Beras Bulog dipastikan stabil di tengah kenaikan harga bahan pokok di Kotim

Senin, 13 April 2026 16:41 WIB
Image Print
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan pasokan dan harga beras Bulog tetap stabil di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok (bapok) di pasaran.

“Harga beras di Bulog saat ini masih sama, untuk beras medium di angka Rp11.300 per kilogram untuk harga tebus Bulog, lalu untuk mitra Bulog bisa menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), maksimalnya Rp13.100. Lalu untuk beras premium juga masih sama, yakni Rp15.400 per kilogram,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Senin.

Fuad menyampaikan, berdasarkan hasil survei bersama Satgas Saber Pangan beberapa hari lalu memang harga beras di pasaran mengalami kenaikan, khususnya untuk jenis beras pera seperti beras Mayang, Siam Banjar dan Siam Epang.

Berdasarkan analisanya, kenaikan harga tersebut dipicu oleh faktor musiman. Pasalnya, April merupakan periode paceklik sebelum masa panen tiba. Terutama untuk beras lokal, seperti Siam Epang yang hanya dipanen satu kali dalam setahun.

“Alasannya naik, kebetulan di April ini musim paceklik dan karena dia hanya panen setahun sekali. Untuk panennya sendiri ada di Mei, jadi April ini memang lagi kosong stoknya. Mudah-mudahan awal Juni sudah turun lagi,” ujarnya.

Meski begitu, Fuad memastikan harga beras di Bulog tidak akan terdampak dengan perkembangan harga di pasaran. Karena harga beras di Bulog ditetapkan langsung dari pusat.

Selain itu, menurutnya secara preferensi masyarakat Kotim, mayoritas masih memilih beras pulen dibandingkan beras pera. Namun demikian, beras pera tetap memiliki pangsa pasar tersendiri.

“Sebenarnya kalau persentase di Kotim ini 80 persen tetap lebih suka beras pulen. Cuma pangsa pasar beras Siam Epang tetap ada, terutama bagi yang suka beras pera. Jadi yang terdampak kenaikan harga ini mereka yang biasa mengkonsumsi beras pera,” tambahnya.

Baca juga: Bupati Kotim instruksikan optimalkan aset wisata Pantai Ujung Pandaran

Azwar menyebutkan, tren kenaikan harga beras pera lokal sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Maret lalu, seiring dengan menipisnya stok di pasaran. Tetapi, untuk jenis beras lainnya relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan periode Lebaran.

Kendati, kenaikan harga beras di pasaran ini tetap berdampak pada permintaan beras dari Bulog Kotim. Fuad mengklaim permintaan beras meningkat sejak kenaikan harga tersebut.

“Contohnya untuk Maret kemarin saja penyaluran beras kami tembus 120 ton, biasanya di bawah itu. Jadi, kondisi sekarang memang berpengaruh, karena mungkin masyarakat mencari alternatif beras yang lebih murah,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk stok beras Bulog, khususnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP), saat ini ada sekitar 6.900 ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sembilan bulan ke depan.

Selain itu, saat ini pihaknya juga masih menyerap hasil panen beras dari Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit dengan estimasi penyerapan sekitar 5.000-6.000 ton, secara bertahap.

“Setiap hari stok masuk terus, kami optimis penyerapan panen berjalan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, pedagang beras di Pasar Keramat, Ridwan membenarkan adanya kenaikan harga pada sejumlah jenis beras pera di pasaran.

“Beras yang naik itu jenis beras pera seperti beras mayang, siam banjar dan Siam Epang. Kenaikannya sejak Ramadhan sekitar Rp3.000 sampai Rp6.000 per kilogram,” sebutnya.

Ia merinci, harga beras mayang yang sebelumnya Rp20.000 kini naik menjadi Rp26.000 per kilogram. Sementara siam banjar dari Rp17.000–Rp19.000 menjadi Rp22.000, dan Siam Epang dari Rp20.000 menjadi Rp23.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai terjadi saat Ramadhan dan masih bertahan hingga saat ini di angka tertinggi. “Harga itu rata-rata masih bertahan sampai sekarang,” demikian Ridwan.

Baca juga: DPKP Kotim terapkan dua strategi hadapi ancaman kekeringan

Baca juga: DPRD Kotim desak kepolisian segera tuntaskan kasus penganiayaan Camat MHU

Baca juga: Dinkes Kotim siagakan tenaga medis dan logistik hadapi kemarau panjang



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026