Logo Header Antaranews Kalteng

DP2KBP3A Gumas dorong peningkatan mutu TPA lewat Tamasya

Jumat, 17 April 2026 16:51 WIB
Image Print
Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga di DP2KBP3A Gumas Demo Aruslin Purba (kanan kedua) berkoordinasi dengan perwakilan PT Tantahan Panduhup Asi terkait TPA di perusahaan tersebut, di Kecamatan Manuhing, Jumat (27/3/2026). ANTARA/HO-DP2KBP3A Gumas

Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terus mendorong peningkatan mutu Tempat Penitipan Anak (TPA) melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

“Program ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),” ungkap Kepala DP2KBP3A Gumas Rinas Sari melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Demo Aruslin Purba di Kuala Kurun, Kamis.

Ia menjelaskan, program Tamasya diarahkan untuk menghadirkan layanan TPA yang lebih komprehensif. Melalui program ini, TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan, tetapi juga sebagai ruang pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pengasuh didorong memiliki kompetensi dalam pola asuh, memahami tahapan tumbuh kembang anak, serta mampu melakukan deteksi dini apabila terdapat ketidaksesuaian perkembangan.

Jika ditemukan anak dengan tumbuh kembang yang tidak sesuai, akan dilakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk penanganan lebih lanjut sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan optimal.

Baca juga: Nila jadi benih terlaris di BBI Gumas pada triwulan I 2026

Berdasarkan data dari pemangku kepentingan terkait, saat ini terdapat tujuh TPA di Gumas, yang mayoritas dimiliki oleh perusahaan besar swasta. Namun TPA tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan dalam program Tamasya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Gumas telah menetapkan dua lokasi sebagai pilot project program Tamasya, yakni TPA Santo Yosef Kuala Kurun dan TPA Tantahan Panduhup Asi.

DP2KBP3A Gumas telah menjalin koordinasi dan komunikasi dengan TPA Santo Yosef Kuala Kurun dan TPA Tantahan Panduhup Asi, dan kedua TPA tadi juga telah menyatakan komitmennya untuk melakukan penyesuaian dan peningkatan kualitas layanan sesuai standar program Tamasya.

“Ke depan kami menargetkan semakin banyak TPA yang mendapatkan pendampingan melalui program Tamasya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengasuh anak usia dini yang berkualitas serta sistem pengasuhan yang lebih baik di Indonesia,” demikian Demo.

Baca juga: Pemkab Gumas fasilitasi rekrutmen ritel modern, wujudkan Perda Tenaga Kerja Lokal

Baca juga: Bulog serap jagung pipil petani Kabupaten Gunung Mas

Baca juga: Legislator optimistis tim basket Gumas mampu raih prestasi di porprov



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026