
BPBD Palangka Raya perkuat edukasi mitigasi bencana bagi pelajar

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat pemahaman mitigasi bencana bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota setempat.
"Kami baru melaksanakan sosialisasi mitigasi bencana dengan sasaran siswa di SMP Negeri 17 Palangka Raya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi di Palangka Raya, Jumat.
Dia mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan para pelajar dalam menghadapi potensi bencana. Sosialisasi tersebut juga merupakan bagian dari program edukasi kebencanaan yang menyasar kalangan pelajar di lingkungan sekolah.
Menurutnya, siswa perlu dibekali pemahaman mengenai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kota Palangka Raya, serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko apabila bencana terjadi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya mitigasi bencana sejak dini. Dengan pengetahuan yang baik, diharapkan mereka dapat mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi terkait jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di daerah, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta angin kencang.
Baca juga: UMPR siap terapkan kuliah bersama Universitas Indonesia
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi, serta pentingnya menjaga lingkungan sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan bencana.
Heri menambahkan bahwa keterlibatan pelajar dalam edukasi kebencanaan menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
BPBD lanjut Heri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosialisasi serupa di berbagai sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat menjadi agen informasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Sehingga kesadaran terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat di Kota Palangka Raya,” katanya.
Di sisi lain, Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet menerangkan, dalam mengantisipasi karhutla pihaknya membentuk 30 Pos Lapangan (Poslap) yang tersebar di beberapa wilayah di kota setempat.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 30 pos lapangan (poslap) yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla,” katanya.
Ia menjelaskan, selain pembentukan poslap, BPBD juga melakukan patroli rutin, sosialisasi, serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla, khususnya menjelang musim kemarau panjang.
Baca juga: Fakultas Kedokteran UMPR-Dinkes kolaborasi penguatan pendidikan dan layanan kesehatan
Baca juga: FK UMPR jajaki kerja sama dengan FKIK ULM perkuat pendidikan kedokteran
Baca juga: Bank Sampah Jolali tumbuh bersama PLN Peduli ubah sampah jadi nilai ekonomi
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
