
Nusantara Halid dan Grand Seleron Investama investasi pabrik truk tistrik di Indonesia

Palangkaraya (ANTARA) - Nusantara HalidGrup (NH Group) bekerjasama dengan Grand Seleron Indonesia (GSI) akan membangun pabrik truk, alat berat dan tongkang berbahan bakar listrik ke Krakatau Industrial Estate yang berlokasi di Cilegon, Banten, dengan investasi sebesar Rp10 triliun.
“NH Grup juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China, menyuplai baterai untuk alat-alat berat tersebut,” kata Direktur Utama PT. Nusantara Halid Andy NursyamHalid dalam rilis yang diterima di Palangkaraya, Jumat.
Rencana investasi tersebut telah ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Jual-beli Lahan Industri(PJLI) seluas 8 Ha antara PT. Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dengan PT. Almas Mandiri Anugerah (AMA, anak usaha dari GSI) di Krakatau Industrial Estate Cilegon, Banten, pada tanggal 26 Februari 2026.
Lahan tersebut akan diperluas menjadi 50 Ha untuk pabrik truk, alat berat dan tongkang listrik dengan investasi tanah saja sebesar Rp1,2 triliun.
Sebagai tindakan balasan, Direktur Utama PT. KSI, Dazul beserta Direktur Pemasaran Rachman, dan Manager Pemasaran Yoyok mengunjungi pabrik mobil listrik di Changzhou, China, pada tanggal 3 April 2026. Rombongan juga meliha tlangsung aplikasi pengisianbahan bakar listrik (BBL) untuk truk di Pelabuhan Changzhou,di mana pengisian BBL selama 1 jam dapat membuat truk bekerja selama 12 jam.
PT Nusantara Halid juga dalam proses negosiasi dengan pabrik baja Hunan Iron & Steel Group (HISG) untuk membantu PT. Krakatau Steel mengimpor besi baja murni yang akan diolah menjadi bahan baku truk listrik, alat berat dan tongkang.
HISG yang berdiri 1997dikenal sebagai perusahaan terbesar di Provinsi Hunan. Grup usaha ini memiliki kapasitas produksi baja tahunan sebesar 30 juta ton, dengan 36.000 karyawan tetap. Total aset mencapai 200 miliar yuan dengan pendapatan operasional 240 miliar yuan.
PT. Nusantara Halid juga menandatangani MoU dengan Global Mainstream Dynamic Energy Technology, Ltd.untuk mengembangkan pasar di Indonesia khususnya produk Battery Energy Storage (BES). Penandatanganan diwakili oleh Dirut AndiNursyam Halid dan Direktur Li Jian Dow.
Pewarta : Pers Rilis
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
