Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Barito Utara perkuat sinergi percepatan penurunan stunting

Jumat, 17 April 2026 20:04 WIB
Image Print
Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan, didampingi Sekretaris Daerah Muhlis, Ketua TP PKK Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor dalam rangka menekan angka stunting di daerah setempat, Muara Teweh, Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Diskominfosandi Barito Utara

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memperkuat sinergi antarinstansi dalam percepatan penurunan stunting, yang menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

"Komitmen ini untuk menekan angka stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor," kata Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan di Muara Teweh, Jumat.

Menurut dia, berbagai strategi dibahas, mulai dari intervensi spesifik seperti pemenuhan gizi ibu dan anak, hingga intervensi sensitif melalui peningkatan sanitasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Investasi terbaik bagi daerah, kata dia adalah memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

“Anak-anak Barito Utara adalah masa depan kita. Penanganan stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia ke depan. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak yang mengalami kekurangan gizi atau hambatan pertumbuhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga kader di tingkat desa agar program penanganan stunting dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ketua TP PKK Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin menyampaikan bahwa peran keluarga, khususnya ibu, sangat krusial dalam pencegahan stunting sejak dini.

“TP PKK akan terus bergerak bersama masyarakat, khususnya melalui Posyandu, untuk memastikan ibu dan anak mendapatkan pendampingan yang tepat. Edukasi tentang gizi seimbang dan pemantauan tumbuh kembang anak harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, termasuk rutin membawa anak ke Posyandu setiap bulan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap seluruh elemen dapat bergerak bersama dalam satu tujuan, yaitu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

“Sehat anak-anaknya, maju daerahnya, menjadi semangat bersama dalam upaya mewujudkan Barito Utara bebas stunting," ujar Maya.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Pariadi mengatakan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Barito Utara berada pada posisi 20,4 persen.

"Capaian ini menjadi tugas bersama seluruh pihak agar penurunan stunting dapat mencapai target yang ditetapkan Presiden hingga tahun 2029," katanya.

Baca juga: Pemkab Barut komitmen dorong generasi muda jadi duta wisata kreatif dan inovatif

Baca juga: Bupati Barut instruksikan penanganan tower Sikui terancam longsor

Baca juga: Berdayakan ekonomi, Disnakertranskop Barut adakan pelatihan menjahit lanjutan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026