Logo Header Antaranews Kalteng

Mahasiswa UPR utamakan integritas dan kapasitas akademik dalam pemilihan rektor

Senin, 20 April 2026 15:55 WIB
Image Print
Ketua Tim Survei In Depth Politics Roby Krystianto saat memaparkan hasil survei di Palangka Raya, Senin (20/4/2026). (ANTARA/Rajib Rizali)

Palangka Raya (ANTARA) - Hasil survei terhadap mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) menunjukkan integritas, kapasitas akademik dan rekam jejak bersih menjadi kriteria utama yang diharap dalam pemilihan rektor.

“Kami memastikan sampel representatif dari seluruh fakultas, sehingga hasil ini dapat menggambarkan preferensi mayoritas mahasiswa UPR,” ujar Ketua Tim Survei In Depth Politics Roby Krystianto di Palangka Raya, Senin.

Dia mengungkapkan, survei tersebut melibatkan 1.035 responden dari total 14.993 mahasiswa di delapan fakultas menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error sekitar 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei mencatat 95,10 persen responden menilai rekam jejak bebas korupsi, kolusi, nepotisme dan plagiarisme menjadi syarat utama calon rektor. Selain itu, 95,32 persen responden menginginkan figur rektor berasal dari kalangan profesor atau guru besar.

“Selain integritas, mahasiswa menaruh perhatian besar pada kualitas akademik dan kapasitas kepemimpinan figur yang akan memimpin perguruan tinggi,” ucapnya.

Baca juga: Labirin Diplomasi Islamabad; Discord yang tak berujung?

Mahasiswa juga memberi perhatian pada figur rektor yang memahami dinamika internal kampus, sekaligus mampu memperkuat pengembangan kompetensi, riset dan jejaring akademik.

Dukungan terhadap peningkatan kualitas akademik juga terlihat dari tingginya harapan terhadap kebijakan hibah, penguatan sarana prasarana dan pola komunikasi lebih terbuka antara pimpinan kampus dengan civitas akademika.

“Mahasiswa juga berharap rektor terpilih mampu membuka ruang pengembangan akademik, termasuk dukungan hibah, peningkatan infrastruktur dan pola komunikasi yang lebih terbuka,” terangnya.

Roby juga mengungkapkan, survei turut mencatat 78,21 persen responden menempatkan sarana prasarana sebagai prioritas pembenahan. Sementara 96,18 persen menganggap forum diskusi terbuka penting, serta 67,43 persen menghendaki komunikasi melalui media sosial.

Hasil survei ini disebut menjadi masukan bagi para calon rektor dalam menyusun visi dan misi, sekaligus memberi gambaran arah kepemimpinan yang diharapkan mahasiswa dalam proses pemilihan rektor UPR ke depan.

“Survei ini murni kami lakukan secara independen, tanpa ada titipan atau kepentingan dari pihak manapun. Kami menjaga integritas data agar hasilnya benar-benar mencerminkan suara mahasiswa,” demikian Roby.

Baca juga: UPR pastikan selisih audit Rp10 miliar transparan

Baca juga: Dispursip-PGSD UPR hadirkan pameran seni wujudkan transformasi perpustakaan

Baca juga: Polda Kalteng dan UPR dirikan Pusat Studi Kepolisian



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026