Logo Header Antaranews Kalteng

Artotel resmikan pameran arsip sejarah kawasan Cikini dan Raden Saleh

Selasa, 21 April 2026 18:24 WIB
Image Print
Pembukaan Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated (PRS) melalui pameran arsip “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (20/4/2026) (ANTARA/Fitra Ashari)

Jakarta (ANTARA) - Artotel Group bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) meresmikan ruang pameran arsip yang merefleksikan jejak sejarah kawasan Cikini dan ekspresi seni Raden Saleh.Artotel Group bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) meresmikan ruang pameran arsip yang merefleksikan jejak sejarah kawasan Cikini dan ekspresi seni Raden Saleh.

Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego mengatakan acara yang diadakan bertepatan dengan dimulainya kegiatan operasional Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated (PRS) memperkuat komitmen hotel dalam menghadirkan ruang temu antara seni dan perhotelan di kawasan Taman Ismail Marzuki.

“Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program-program budaya yang relevan dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem seni di Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif bagi seniman, kurator, komunitas, serta masyarakat luas untuk saling mengumpulkan gagasan dan inspirasi,” kata Eduard dalam Segalanya di Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated (PRS), TIM, Jakarta, Senin.

Pameran arsip yang bertajuk “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan" menyoroti nilai sejarah kawasan Cikini, khususnya Taman Ismail Marzuki yang dulunya merupakan bagian dari kompleks perumahan Raden Saleh.

Melalui pendekatan kuratorial berbasis arsip, pengunjung diajak memahami genealogi ruang dan memori yang membentuk identitas Cikini sebagai episentrum kreativitas. Beragam materi arsip, dokumentasi visual, serta narasi sejarah disajikan untuk memberikan pengalaman yang reflektif sekaligus edukatif.

Eduard mengatakan pameran ini tidak hanya akan menambah nilai pengalaman menginap tamu di hotel yang nyaman namun juga bernilai seni budaya, serta menjadi ruang pertemuan untuk masyarakat umum dan pencinta seni.

Eduard mengatakan kerja sama dengan DKJ juga menandakan kolaborasi yang terjalin dalam terwujudnya pameran “Raden Saleh & Cikini” ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara pelaku industri perhotelan dan institusi seni dalam menghidupkan kembali narasi sejarah serta memperkaya ekosistem budaya di Jakarta.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta Bambang Prihadi mengatakan kehadiran Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated menjadi salah satu fasilitas kawasan seni dalam ekosistem TIM yang telah hilang selama 30 tahun yang bisa dikembangkan untuk pertemuan kebudayaan dan lintas seni.

"Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan wisma seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni khususnya yang berasal dari luar kota Jakarta. Karena misi yang dilakukan oleh kita semua di tempat ini adalah bagaimana kreativitas, seni kreatif itulah yang diutamakan. Jadi dari dulu tuh gak berubah tuh, ada seni kreatif, ada seni hiburan, di dalamnya populer, nah seni kreatif ini tempatnya," kata Bambang.

Pameran ini berlangsung di Selasar Nashar, ruang seni PRS yang terletak di lantai 8 dan dapat dikunjungi oleh masyarakat, pencinta seni, dan tamu hotel mulai tanggal 21 April 2026.Nashar, ruang seni PRS yang terletak di lantai 8 dan dapat dikunjungi oleh masyarakat, pencinta seni, dan tamu hotel mulai tanggal 21 April 2026.

Pada periode pembukaannya, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated juga menghadirkan penawaran spesial harga kamar mulai dari Rp 630.000 per malam.ARTOTEL Curated juga menghadirkan penawaran spesial harga kamar mulai dari Rp 630.000 per malam. ARTOTEL Curated juga menghadirkan penawaran spesial harga kamar mulai dari Rp 630.000 per malam.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026