
96 Koperasi Merah Putih Barito Utara siap bertransformasi digital

Muara Teweh (ANTARA) - Sebanyak 96 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Barito Utara, Kalimantan Tengah, siap bertransformasi digital yang merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
"Koperasi tidak lagi bisa dikelola secara konvensional, melainkan harus mampu beradaptasi dengan sistem digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan kepada anggota dan masyarakat," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop UKM) Barito Utara Mastur di Muara Teweh, Selasa.
Hal tersebut disampaikan dia pada pembukaan pelatihan digitalisasi koperasi bagi pengurus dan pengawas koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Muara Teweh.
Menurut dia, digitalisasi koperasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan memperluas akses usaha. Pengurus koperasi harus mampu menguasai sistem pencatatan keuangan digital, manajemen data anggota berbasis aplikasi, hingga pemasaran melalui platform digital.
Saat ini, ungkapnya, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Barito Utara telah mencapai 100 persen, dengan total sebanyak 96 koperasi.
"Dari jumlah tersebut, 41 koperasi telah memiliki kesiapan lahan, sementara 55 lainnya masih dalam proses. Selain itu, sebanyak 19 koperasi tengah menjalani pembangunan fisik berupa gerai dan pergudangan," jelas dia.
Mastur menyampaikan Kabupaten Barito Utara ditargetkan dapat menyelesaikan pembangunan 30 KDKMP hingga akhir Juli 2026. Hal ini sejalan dengan rencana nasional peluncuran 35.000 koperasi desa/kelurahan oleh Presiden Republik Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun 2026.
“Target ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua untuk menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam membangun koperasi yang kuat dan mandiri,” tambahnya.
Pelatihan digitalisasi ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 April 2026, dengan diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari koperasi desa di wilayah Barito Utara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Nakertranskop UKM, Kodim 1013/Muara Teweh, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, KPP Pratama Muara Teweh, Dekopinda, serta praktisi digital.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan koperasi masing-masing,” ucapnya.
Baca juga: Pemkab Barito Utara komitmen dukung transformasi digitalisasi koperasi desa
Bupati Barito Utara Shalahuddin dalam sambutannya dibacakan Sekda Muhlis menegaskan pemerintah daerah berkomitmen dalam mendorong transformasi koperasi desa/kelurahan Merah Putih melalui digitalisasi dan menjadi motor penggerak swasembada pangan dan hilirisasi produk desa.
“Digitalisasi menjadi harga mati. Amanat besar negara tidak akan tercapai jika koperasi masih dikelola secara tradisional," katanya.
Menurut dia, pelatihan ini bukan sekadar menjalankan program daerah, tetapi merupakan langkah konkret dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan.
Pelatihan ini, kata dia, sejalan dengan visi pembangunan Barito Utara, yakni mewujudkan daerah yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan, serta selaras dengan program strategis “11.12 Gaspol” yang menekankan percepatan di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan pelayanan publik berbasis digital.
“Dengan digitalisasi, seluruh proses pencatatan dan administrasi koperasi dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada anggota, sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan,” ujarnya.
Dia mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan ini sangat penting agar pengelola koperasi mampu mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan administrasi dan keuangan secara transparan, efektif, dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut dikemukakan beberapa tujuan utama pelatihan, di antaranya meningkatkan semangat pengelola koperasi dalam percepatan operasional, memberikan keterampilan teknis penggunaan aplikasi digital, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperluas jaringan usaha dan pemasaran produk hingga ke tingkat nasional.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pengelola koperasi untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar formalitas.
“Pengelola koperasi adalah wajah semangat Merah Putih di desa dan kelurahan. Di pundak saudara sekalian, amanat pembangunan daerah kita titipkan. Jadikan koperasi sebagai solusi dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” katanya.
“Dengan kebersamaan, kita optimistis Barito Utara yang maju dan masyarakat yang sejahtera dapat terwujud,” kata dia.
Baca juga: Semangat Kartini, Maya Savitri ajak perempuan Barito Utara terus berkarya dan berinovasi
Baca juga: Ketua PKK Barut jadi juri ajang kreativitas perempuan di Hari Kartini
Baca juga: Polres Barito Utara tangkap tiga pelaku pembantaian di batas Kalteng-Kaltim
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
