
Koperasi di Gunung Mas tunjukkan perkembangan signifikan, tak lagi bergantung plasma

Kuala Kurun (ANTARA) - Sejumlah koperasi di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan signifikan dan mulai menjadi contoh keberhasilan pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Gumas Supervisi Budi dihubungi dari Kuala Kurun, Rabu, mengatakan koperasi tersebut antara lain Maangkat Utus di Desa Bereng Jun, Balawan Hapakat di Desa Taringen, serta Takaras Handep Hapakat di Desa Takaras.
"Ketiga koperasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Manuhing," ujarnya.
Dia mengetahui perkembangan itu setelah menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025 di masing-masing desa, baru-baru ini.
Menurutnya, koperasi-koperasi tersebut mampu berkembang tidak hanya dari hasil kerja sama plasma dengan perusahaan perkebunan swasta, tetapi juga melalui pengembangan berbagai unit usaha mandiri.
Dia menilai, kerja sama yang baik serta pengelolaan yang tepat oleh pengurus menjadi kunci utama agar koperasi dapat terus berkembang.
Baca juga: Hari Kartini momentum perempuan Gumas tingkatkan peran dalam pembangunan
Modal awal koperasi memang berasal dari pembagian hasil plasma, namun keberlanjutan dan kemajuan ditentukan oleh inovasi usaha yang dijalankan.
Saat ini, unit usaha yang dikembangkan cukup beragam, mulai dari toko serba ada (toserda), layanan BRILink, jasa angkutan buah kelapa sawit bekerja sama perusahaan besar swasta (PBS), hingga penyediaan elpiji dan BBM.
Koperasi di Taringen dan Bereng Jun bahkan telah memiliki aset yang tergolong maju untuk ukuran desa, seperti gedung kantor permanen, aula pertemuan, kendaraan operasional hingga truk angkutan.
Baca juga: Ketua BPD Tumbang Malahoi terpilih jadi Ketua Abpednas Gumas
Sementara itu, koperasi di Takaras telah memiliki kendaraan roda tiga atau tosa untuk menunjang aktivitas usaha, serta berencana membangun kantor permanen pada 2026.
“Kalau dilihat dari asetnya saja, sudah terlihat mereka maju,” tambahnya.
Ia menjelaskan, perkembangan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak sekitar 2016 hingga sekarang.
Pembinaan dari pemerintah daerah serta dukungan perusahaan mitra turut menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan koperasi.
Pemerintah daerah juga terus mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang baik, termasuk kewajiban melaksanakan RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggota.
Jumlah koperasi di Gumas saat ini mencapai 386 unit termasuk di antaranya merupakan Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh desa/kelurahan kabupaten setempat.
Pemerintah daerah berharap keberhasilan koperasi seperti Maangkat Utus, Balawan Hapakat hingga Takaras Handep Hapakat menjadi contoh bagi koperasi lain dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
“Kalau ingin belajar dari koperasi yang sudah berjalan baik, tidak perlu jauh-jauh. Di Gunung Mas sendiri sudah ada contohnya,” demikian Supervisi Budi.
Baca juga: Layanan kesehatan gratis warnai peringatan Hari Kartini di Gumas
Baca juga: Warga Tumbang Talaken antusias sambut Program Jebol Disdukcapil Gumas
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
