Logo Header Antaranews Kalteng

Kafein terbukti pertajam daya ingat

Rabu, 22 April 2026 17:06 WIB
Image Print
Kandungan kafein dalam kopi dapat membantu konsentrasi, memperbaiki suasana hati dan mengurangi risiko depresi. ANTARA/Sizuka

Jakarta (ANTARA) - Penelitian yang diterbitkan dalam Neuropsychopharmacology menunjukkan bahwa hubungan antara tidur, kafein, dan fungsi otak mungkin lebih kompleks, terutama ketika tidur baru sudah terganggu.Neuropsychopharmacology menunjukkan bahwa hubungan antara tidur, kafein, dan fungsi otak mungkin lebih kompleks, terutama ketika tidur sudah terganggu.

Menurut siaran Eating Well pada Minggu (20/4), dalam penelitian itu para peneliti mempelajari 119 tikus dengan akses normal ke makanan, udara, dan siklus tidur-bangun khas untuk meneliti bagaimana kurang tidur mempengaruhi memori sosial dan apakah kafein berperan di dalamnya.Eating Well pada Minggu (20/4), dalam riset itu para peneliti mempelajari 119 tikus dengan akses normal ke makanan, air, dan siklus tidur-bangun khas untuk meneliti bagaimana kurang tidur memengaruhi memori sosial dan apakah kafein berperan di dalamnya.

Mereka melakukan intervensi untuk memulai bagaimana kurang tidur mempengaruhi otak dan pembentukan memori, baik dengan maupun tanpa paparan kafein.memengaruhi otak dan pembentukan memori, baik dengan maupun tanpa paparan kafein.

Para peneliti secara khusus fokus pada hipokampus, wilayah otak yang berperan penting dalam pembentukan memori.hipokampus, wilayah otak yang berperan penting dalam pembentukan memori.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mengganggu proses yang berkaitan dengan memori di otak.


Para peneliti mendapati tikus yang kurang tidur menunjukkan penurunan aktivitas di hipokampus dan peningkatan kadar reseptor adenosin A1, yang dikaitkan dengan perasaan lesu dan penurunan aktivitas neuron.hipokampus dan peningkatan kadar reseptor adenosin A1, yang dikaitkan dengan perasaan lesu dan penurunan aktivitas neuron.

Menariknya, para peneliti menemukan bahwa kafein sepertinya misalkan banyak efek ini.

Dalam penelitian ini, tikus yang menerima kafein menunjukkan peningkatan baik dalam fungsi otak maupun memori sosial, bahkan setelah kurang tidur.

Karena bertindak sebagai antagonis reseptor adenosin, kafein memblokir adenosin agar tidak mengikat dengan reseptor, yang dapat mengurangi pengaruh sedatifnya dan memungkinkan lebih banyak aktivitas neuron.adenosin, kafein memblokir adenosin agar tidak berikatan dengan reseptor, yang dapat mengurangi pengaruh sedatifnya dan memungkinkan lebih banyak aktivitas neuron.


Adenosin adalah senyawa yang menumpuk di otak sepanjang hari dan meningkatkan rasa kantuk. Ketika berikatan dengan reseptor adenosin A1, ia memperlambat aktivitas otak.Adenosin adalah senyawa yang menumpuk di otak sepanjang hari dan meningkatkan rasa kantuk. Ketika berikatan dengan reseptor adenosin A1, ia memperlambat aktivitas otak.

Namun, kafein memblokir proses ini. Itulah yang membuat kafein dapat membuat orang merasa lebih waspada dan membantu mendukung fungsi memori ketika orang kurang tidur.

Kendati demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini dilakukan pada tikus, bukan manusia.

Dosis kafein dan pengukuran tingkat otak yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat langsung diterapkan pada perilaku manusia di dunia nyata.

Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan arah yang serupa. Misalnya, satu studi mengutip konsumsi kafein pada pagi hari dengan peningkatan kinerja pada tugas-tugas memori tertentu, khususnya yang melibatkan perhatian dan pemrosesan informasi.

Studi observasional besar lain pada manusia menunjukkan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, termasuk pengukuran memori dan fungsi eksekutif.observasional besar lain pada manusia menunjukkan bahwa asupan kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan fungsi kognitif yang lebih baik, termasuk pengukuran memori dan fungsi eksekutif.

Temuan dalam studi baru di jurnal Neuropsychopharmacology menegaskan kembali bahwa tidur adalah komponen penting bagi kesehatan otak.Neuropsychopharmacology menegaskan kembali bahwa tidur adalah komponen penting bagi kesehatan otak.

Meskipun untuk sementara dapat membantu mengatasi beberapa efek kognitif dari kurang tidur, kafein tidak dapat menggantikan peran tidur yang konsisten dan berkualitas bagi kesehatan otak.

Dengan kata lain, secangkir kopi pagi mungkin bisa membantu orang berpikir sedikit lebih jernih setelah begadang, tetapi tidak bisa menggantikan manfaat tidur yang optimal bagi fungsi otak.

Menerapkan jadwal tidur yang konsisten, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu mengatur jam internal tubuh dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.


Penting juga untuk membatasi waktu melihat layar perangkat elektronik sebelum tidur, menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan pada siang hari, dan menerapkan kebiasaan sederhana yang bisa menenangkan seperti membaca atau mendengarkan musik agar tubuh bisa beristirahat dengan baik.

Selain itu, sebaiknya perhatikan waktu kalau mau minum kopi. Minum kopi pada malam hari bisa membuat tidur terganggu.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026