
Mata sering kedutan tanda stres

Jakarta (ANTARA) - Dokter dari Rumah Sakit Spesialis Sahyadri di India menyampaikan bahwa mata kedutan atau miokimia bisa jadi menandakan respon tubuh terhadap stres, jadi sebaiknya tidak diabaikan.Sahyadri di India menyampaikan bahwa mata kedutan atau miokimia bisa jadi menandakan respons tubuh terhadap stres, jadi sebaiknya tidak diabaikan.
"Ini sebenarnya bisa menjadi indikasi awal bahwa tubuh bereaksi terhadap peningkatan tingkat stres," kata dokter spesialis jantung Priya Palimkar dari Rumah Sakit Spesialis Sahyadri.Priya Palimkar dari Rumah Sakit Spesialis Sahyadri.
serupa dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Senin (21/4), dr. Palimkar menyampaikan bahwa mata yang sering berkedut bisa jadi merupakan manifestasi fisik dari stres.Hindustan Times pada Senin (21/4), dr. Palimkar menyampaikan bahwa mata yang sering berkedut bisa jadi merupakan manifestasi fisik dari stres.
Ia menjelaskan bahwa ketika stres menumpuk, tubuh akan berkomunikasi melalui sinyal kecil seperti kejang otot.
“Ketika seseorang mengalami stres, hormon kortisol dan adrenalin dikeluarkan oleh tubuh, sehingga siap untuk reaksi melawan atau lari,” katanya.kortisol dan adrenalin dikeluarkan oleh tubuh, membuatnya siap untuk reaksi melawan atau lari," katanya.
“Proses ini tidak hanya meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, tetapi juga membuat saraf sensitif, menyebabkan otot berkontraksi tanpa disadari, bahkan otot mata,” tambahnya.
Dokter Palimkar menyatakan bahwa episode kedutan mata tidak berbahaya, tetapi jika terjadi secara teratur tidak boleh diabaikan, karena mungkin menunjukkan tingkat stres yang sudah tinggi.Palimkar menyatakan bahwa episode kedutan mata tidak berbahaya, tetapi jika terjadi secara teratur tidak boleh diabaikan, karena mungkin mengindikasikan tingkat stres yang sudah tinggi.
Guna mengatasi masalah ini, dia menyarankan penerapan upaya-upaya untuk mengurangi tingkat stres seperti memperbaiki pola tidur dan mengurangi penggunaan perangkat elektronik.
“Jika tidak diperhatikan dan dibiarkan tanpa penanganan, hal itu dapat menyebabkan masalah jantung,” katanya.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
