Logo Header Antaranews Kalteng

Vaksin HPV cegah kanker bagi pria dan wanita

Rabu, 22 April 2026 17:17 WIB
Image Print
Ilustrasi kanker ginjal stadium II. (ANTARA/situs web Institut Kanker Nasional AS)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi menekankan pentingnya memberikan vaksinasi human papillomavirus (HPV) baik pada perempuan maupun laki-laki membantu mencegah kanker.

Prof Hartono menyampaikan bahwa virus HPV dapat menyebabkan infeksi yang universal dan setiap individu dalam kurun waktu hidupnya pernah satu kali terinfeksi oleh virus ini.

“Dan malangnya kita pernah satu kali terinfeksi virus HPV dalam seumur hidup kita, dan dengan konsentrasi tubuh sekitar 90 persen kita akan sembuh sendiri dalam satu sampai dua tahun setelah terinfeksi virus HPV,” katanya dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa.

Menurut Prof. Hartono, jika terinfeksi virus HPV itu berulang atau daya tahan tubuh menurun yang terjadi akibat merokok atau gangguan sistem imun dapat membuat infeksi menjadi menetap.

Penular virus HPV ini dapat menyebar melalui kontak seksual dan kontak non-seksual, seperti sentuhan kulit ke kulit atau selaput lendir ke selaput lendir, misalnya melalui mulut.

“Dari suatu penelitian pada laki-laki dapat ditempatkan 10 persen populasi laki-laki itu mempunyai HPV di dalam air liurnya.Sedangkan pada perempuan itu prevalensnya lebih sedikit lagi sekitar 3,6 persen mengandung HPV, dia bisa menular melalui kulit maupun selaput lendir,” tutur dia.

Virus HPV ini, lanjut Hartono, mengandung risiko rendah (low-risk) dan risiko tinggi (high-risk). Pada virus HPV dengan risiko rendah dapat menyebabkan kutil kelamin serta papiloma yang tumbuh di kulit maupun selaput lendir.

Papiloma juga bisa muncul di pita suara atau tenggorokan. Kondisi ini sering dialami anak-anak dan ditandai dengan suara serak atau sember, sehingga merasa tidak nyaman saat berbicara dan berinteraksi, dan cenderung menarik diri dari lingkungannya.

Selain itu, HPV risiko rendah juga dapat menyebabkan kutil pada berbagai area kulit, seperti telapak tangan, telapak kaki, dan bagian tubuh lainnya.

Sementara itu, pada virus HPV yang berisiko tinggi bisa menimbulkan lesi baik itu pra-kanker sebelum terjadinya kanker, yaitu ada di serviks, baik di vagina, vulva, bibir kelamin, maupun di anus.

"Setelah menjadi kanker, bisa di vagina, di leher rahim, ataupun di anus, dan juga di bibir kelamin. Dan yang jinak akan menimbulkan kutil di kulit ataupun bisa juga di kulit kelamin," kata dia.

Hartono menjelaskan bahwa virus HPV yang menginfeksi tubuh manusia biasanya terjadi ketika kulit atau selaput lendir mengalami kerusakan kecil, seperti luka atau robekan halus. Melalui celah tersebut, virus masuk dan melepaskan materi genetiknya berupa DNA.

Virus DNA kemudian berintegrasi dengan materi genetik sel pada mukosa, seperti di vagina atau leher rahim. Proses ini memicu perubahan pada sel yang terinfeksi, berpindah ke lapisan permukaan dan membawa virus, sehingga memperluas penyebaran.

“Virusnya nanti bisa menularkan kembali ke orang lain ataupun bagian tubuh yang lain, bahwa laki-laki dengan perempuan bisa saling menularkan,” imbuh dia.

Hartono mengatakan bahwa dalam menekan virus HPV diperlukan vaksinasi, sehingga risiko penularan ke orang lain juga dapat dikurangi secara signifikan. Berdasarkan penelitian, pemberian vaksin HPV hanya kepada perempuan membutuhkan waktu lebih dari 30 hingga 50 tahun untuk menekan prevalensi HPV tipe ganas.

Sebaliknya, jika vaksinasi dilakukan pada laki-laki dan perempuan secara bersamaan dengan penutup penuh, penurunan yang signifikan dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 tahun.

“Jadi kalau hanya perempuan saja, apalagi kalau cakupannya tidak baik, maka penekanan pengurangannya akan sangat berkurang, dibandingkan dengan cakupan penuh dan diberikan pada laki-laki maupun pada perempuan,” kata dia.

Lebih lanjut, Hartono menyampaikan pentingnya orang tua dalam memberikan imunisasi HPV pada anak. Pemahaman yang baik tentang risiko penyakit dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan vaksinasi dalam mencegah virus HPV sejak dini.

“Imunisasi HPV merupakan cara yang paling efektif untuk melindungi individu dari kanker serviks atau kanker terkait HPV ya. Dan imunisasi terbaik bila diberikan pada usia 9-14 tahun,” tutur dia.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026