Logo Header Antaranews Kalteng

Tabir surya SPF tinggi lindungi jamaah haji

Kamis, 23 April 2026 17:18 WIB
Image Print
Ilustrasi - Wanita terpapar sinar matahari. ANTARA/HO-MS Glow/am.

Jakarta (ANTARA) - Dokter ahli estetika di Miracle Ultimate Clinic dr. Dewita Kamaruddin BMedSCi (Hons.) mengatakan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi mulai 50 hingga 80 bisa menjaga kulit jamaah haji dari paparan sinar matahari di Tanah Suci.

"Pakai aja SPF high. SPF 80 ada. Itu untuk seharian masih oke, bisa untuk seharian," kata Dewita kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Sun Protection Factor (SPF) merupakan angka yang menunjukkan tingkat kemampuan tabir surya (sunscreen) melindungi kulit dari sinar UVB penyebab kulit terbakar (sunburn) dan kanker kulit.

Ia mengatakan SPF tinggi bisa diaplikasikan sekali untuk seharian di bawah sinar matahari dan tidak perlu melakukan pengaplikasian ulang hingga lima jam.

Penggunaan tabir surya juga wajib digunakan 20 menit sebelum beraktivitas di luar yang terpapar langsung di bawah sinar matahari agar ada proses penyerapan ke dalam kulit terlebih dahulu.

"Penggunaannya minimal SPF 50, dan jumlahnya harus tepat. Jangan terlalu sedikit, tapi secukupnya adalah 2 ruas jari. Dan dipakai 20 menit sebelum keluar," katanya.

Dewita mengatakan pengaplikasian ulang tabir surya bisa dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya jika berkeringat atau wajah basah bisa dipakai ulang setelah kulit kering.

Ia juga mengatakan penting untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan pertahanan kulit agar bisa mengatasi kondisi cuaca panas ekstrem.

Jika diperlukan, jamaah juga bisa melakukan perawatan kulit dua minggu sebelum keberangkatan untuk meningkatkan nutrisi kulit dengan skin booster salmon DNA, perawatan hyaluronic acid dan memperkuat skin barier dengan facial atau peeling jika ingin terlihat lebih segar.

"Pada saat kita sudah di luar negeri itu cuacanya masih berubah ekstrim dibandingkan dengan di Indonesia, maka wajah bisa terlihat lebih kusam. Sehingga penting sekali untuk merawat sebelum berangkat. Dan ketika kita sudah berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan meresepkan obat-obat seperti anti-iritasi untuk jaga-jaga aja," katanya.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026