
Puskesmas Kurun gelar CKG di Sekolah Rakyat Gunung Mas

Kuala Kurun (ANTARA) - Puskesmas Kurun melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap peserta didik dan para pekerja di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 54 Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
“SRT 54 Gumas terletak di Kuala Kurun, yang masih masuk wilayah kerja kami. Jadi kami melakukan CKG di sana,” ungkap Kepala Puskesmas Kurun Vera Crista saat dihubungi dari Kuala Kurun, Jumat.
Ia menjelaskan, CKG meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah (DM), asam urat, serta hemoglobin (Hb). Selain itu, tim kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan dasar bagi seluruh peserta.
CKG di SRT 54 Gumas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik serta para pekerja, terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendeteksi dini berbagai potensi penyakit.
Tenaga kesehatan Puskesmas Kurun akan terus melakukan CKG kepada masyarakat di wilayah kerja puskesmas tersebut, yakni di Kelurahan Kuala Kurun, Desa, Penda Pilang, Desa Tumbang Manyangan, dan Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun.
Sementara itu, Kepala SRT 54 Gumas Ina Marita menyampaikan di sekolah tersebut terdapat 100 peserta didik, satu kepala sekolah, sembilan guru, empat wali asrama, delapan wali asuh, enam petugas kebersihan, empat juru masak, enam tenaga keamanan, dan dua tenaga kesehatan.
Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan CKG di SRT 54 Gumas, yang dinilai merupakan langkah yang sangat positif dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
“Kegiatan ini membantu siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat,” ujarnya.
Baca juga: Jumlah jamaah calon haji Kabupaten Gunung Mas meningkat
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Kurun yang melaksanakan CKG di sana, sekaligus berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung proses belajar yang optimal.
Pelaksanaan CKG di SRT 54 Gumas berjalan tertib dan lancar, di mana mayoritas peserta didik, guru, dan pekerja mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan baik.
Meski demikian, terdapat beberapa peserta didik yang merasa takut, terutama saat menjalani pemeriksaan darah. Dalam situasi tersebut, tenaga kesehatan, pekerja SR, dan bahkan teman sesama peserta didik turut membantu membujuk dan meyakinkan agar mereka mau mengikuti seluruh proses CKG.
Salah satu peserta didik kelas VI SRT 54 Gumas Khusnul, mengaku tidak merasa takut mengikuti seluruh rangkaian CKG, termasuk saat menjalani pemeriksaan darah.
“Enggak aja terasa sakit,” ungkap Khusnul kepada teman-temannya yang sedang mengantre untuk diperiksa.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Gumas Rina Sari menyampaikan pihaknya menargetkan minimal 62.727 warga di daerah setempat mengikuti program CKG pada 2026.
Untuk mengejar target tersebut sejumlah strategi telah disiapkan, di antaranya pelayanan jemput bola, dengan mendatangi langsung perangkat daerah, instansi vertikal, tempat ibadah, sekolah, puskesmas, hingga komunitas masyarakat.
“Strategi lainnya yakni penguatan sosialisasi, melalui media cetak, elektronik, media sosial, serta pemasangan spanduk dan penyebaran leaflet, serta memperkuat koordinasi lintas sektor, guna memperluas jangkauan dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” demikian Rina Sari.
Baca juga: Koperasi di Gunung Mas tunjukkan perkembangan signifikan, tak lagi bergantung plasma
Baca juga: Hari Kartini momentum perempuan Gumas tingkatkan peran dalam pembangunan
Baca juga: Ketua BPD Tumbang Malahoi terpilih jadi Ketua Abpednas Gumas
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
