Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup Barut dorong hilirisasi pertanian, perkuat ketahanan pangan

Sabtu, 25 April 2026 20:01 WIB
Image Print
Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan didampingi Kepala Dinas Pertanian setempat Adi Haryadi foto bersama pada kunjungan ke pabruk beras PT Adi Jaya Internasional di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barito Utara

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memperkuat ketahanan pangan dan mendorong hilirisasi sektor pertanian di daerah setempat.

"Daerah ini memiliki potensi lahan pertanian yang cukup besar, namun perlu didukung dengan teknologi dan sistem pengelolaan yang tepat agar memberikan nilai tambah bagi petani," kata Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan di Muara Teweh, Sabtu.

Hal itu dikemukakan dia usai melakukan kunjungan kerja ke pabrik beras terintegrasi milik PT Adi Jaya Internasional di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (22/4).

Menurut Felix, kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengolahan hasil pertanian.

"Kunjungan kami ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga untuk melihat langsung bagaimana proses hilirisasi pertanian dilakukan secara efisien dan higienis," kata dia.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dan rombongan meninjau langsung proses produksi yang menggunakan sistem terintegrasi, mulai dari penerimaan gabah, pengeringan (drying), penggilingan hingga menghasilkan beras premium siap kemas.

Rombongan disambut langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatan, bersama pemilik perusahaan, Adi. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Adi Haryadi.

"Kami ingin memastikan bahwa ke depan Barito Utara tidak hanya menjadi produsen gabah, tetapi juga mampu menghasilkan beras kemasan berkualitas tinggi,” ujar Felix Sonadie.

Baca juga: Tinjau Jembatan Lahei dan Jalan Malawaken, Shalahuddin pastikan pembangunan tepat sasaran

Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Adi Haryadi menegaskan bahwa hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan dalam pengembangan sektor pertanian di daerah.

“Kami melihat bahwa penerapan teknologi terintegrasi seperti di Nganjuk mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas hasil. Ini akan kami pelajari lebih lanjut untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi di Barito Utara,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan manajemen pascapanen dan pemanfaatan teknologi modern sebagai kunci dalam meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui hilirisasi dan inovasi di sektor pertanian.

Baca juga: Pemkab Barito Utara kaji tiru ke Nganjuk perkuat inovasi pertanian

Baca juga: Pemkab Barito Utara apresiasi rekomendasi DPRD terhadap LKPJ 2025

Baca juga: Teken pakta integritas, Bupati Shalahuddin larang pungutan SPMB

Baca juga: Peran Perkimtan, Shalahuddin tegaskan kesiapan lahan kunci pembangunan infrastruktur



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026