Logo Header Antaranews Kalteng

Cegah campak pada bayi yang belum memasuki usia vaksinasi

Minggu, 26 April 2026 10:55 WIB
Image Print
Tenaga kesehatan memasukkan vaksin campak kepada balita saat imunisasi kejar serentak di Puskesmas III Denpasar Selatan, Bali, Sabtu (28/3/2026). Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat hingga Maret 2026 tercatat 93 kasus suspek dengan 90 spesimen yang telah diperiksa dan belum ditemukan kasus positif di Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/bar (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak dr.Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K), membagikan kiat yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah campak pada bayi terutama untuk mereka yang belum bisa divaksin karena syarat batasan usia.Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K), membagikan kiat yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah campak pada bayi terutama untuk mereka yang belum bisa divaksin karena syarat batasan usia.

“Yang bisa dilakukan (orang tua) adalah meminimalkan risiko penularan, dengan rutin cuci tangan mengikuti pola hidup bersih sehat, pakai masker bahkan ketika orang tua tidak sakit,” kata dokter yang juga tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu dalam wawancara cegat di Jakarta, Sabtu.IDAI) itu dalam wawancara cegat di Jakarta, Sabtu.

Dibandingkan mengacu pada panduan IDAI tahun 2024, vaksin campak yaitu imunisasi MR (Measless Rubella)/MMR (Measless Mumps Rubella) baru bisa diberikan pada bayi yang berusia 9 bulan.IDAI tahun 2024, vaksin campak yaitu imunisasi MR (Measless Rubella)/MMR (Measless Mumps Rubella) baru bisa diberikan pada bayi yang berusia 9 bulan.

Vaksin itu harus diperoleh sebanyak tiga kali sepanjang usia anak dengan rincian vaksin MR yang diberikan pada usia 9 bulan, lalu dosis MMR1 pada usia 18 bulan, dan MMR2 pada usia 5 tahun.

Dokter Attila merekomendasikan upaya PHBS penting dilakukan oleh orang yang sering beraktivitas di luar rumah karena infeksi virus campak mudah menular melalui percikan air liur (droplet) yang tertinggal di udara. Ketika penderita campak bersin atau batuk, virus itu nantinya akan menyebar dan bisa menjangkiti orang lain.Attila merekomendasikan upaya PHBS penting dilakukan oleh orang yang sering beraktivitas di luar rumah karena infeksi virus campak mudah menular lewat percikan air liur (droplet) yang dilepaskan ke udara. Ketika penderita campak bersin atau batuk, virus itu nantinya akan tersebar dan bisa menjangkiti orang lain.

Maka dari itu sebagai orang tua yang memiliki anak dan belum divaksin untuk mencegah campak akibat terbentur syarat usia maka langkah terbaik adalah melakukan PHBS untuk meminimalisir risiko penyebaran virus.PHBS untuk meminimalisir risiko penyebaran virus.

Di samping PHBS, menjaga daya tahan tubuh bayi juga penting. Salah satunya dengan memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin D sesuai anjuran dokter.PHBS, menjaga daya tahan tubuh bayi juga penting. Salah satunya dengan memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin D sesuai anjuran dokter.

Vitamin D penting diberikan karena berperan mendukung sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih kuat melawan infeksi.

"Kalau sudah memberikan vitamin D tiap hari, satu tetes yang identiknya 400 IU harusnya lebih kuat daya tahan tubuhnya," kata dokter Attila.identiknya 400 IU harusnya lebih kuat daya tahan tubuhnya, "kata dokter Attila.

Sebagai langkah tambahan, untuk meningkatkan kekebalan komunitas atau imunnity herd terhadap campak, orang tua atau penghuni rumah lainnya yang tinggal bersama bayi dapat menerima vaksin MMR.imunnity herd terhadap campak, orang tua atau penghuni rumah lainnya yang tinggal bersama bayi dapat menerima vaksin MMR.

Apalagi jika orang tua tidak yakin semasa kecilnya status vaksinasinya lengkap atau tidak. Pemberian vaksin MR pada orang dewasa akan lebih tepat untuk dilakukan.

“Kalau udah lengkap sebaiknya tidak usah, tapi kalau memang ingin (vaksin MMR untuk dewasa) karena mama atau papa itu tidak tahu status vaksinnya ya kapan saja bisa (divaksin),” ujar dokter Attila.MMR untuk dewasa) karena mama atau papa itu tidak tahu status vaksinnya ya kapan saja bisa (divaksin)," ujar dokter Attila.

Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus campak 2026 sampai dengan minggu ke-14 2026 tercatat mencapai sebanyak 16.912 kasus.

Kasus naik tajam pada awal tahun, dengan puncak pada minggu pertama 2.220 kasus.

Setelahnya pada minggu ke-11 tahun 2026 tercatat ada 58 kampak KLB di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026