
Wakapolda Kalteng pastikan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di Kotim

Sampit (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Drs. Yosi Muhamartha memastikan kesiapan personel, optimalisasi layanan publik hingga penguatan sinergi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam kunjungan kerjanya ke Polres Kotawaringin Timur (Kotim).
“Laksanakan tugas sesuai prosedur, baik satuan fungsi maupun seksi, semua punya peran, hindari pelanggaran sekecil apapun agar tidak merusak citra Polri di mata masyarakat,” kata Yosi dalam arahannya di Sampit, Senin.
Setibanya di Mapolres Kotim, Wakapolda bersama rombongan disambut langsung oleh Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, pejabat utama, serta seluruh personel Polres Kotim.
Kegiatan diawali dengan penyampaian arahan secara tatap muka oleh Wakapolda Kalteng kepada seluruh jajaran Polres Kotim. Dalam arahannya, Yosi menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan karhutla. Pengecekan ini melibatkan berbagai pihak, seperti BPBD, Disdamkarmat dan instansi terkait.
“Pastikan alat berfungsi, personel terlatih dan sinergi dengan pemangku kepentingan atau instansi terkait berjalan dengan baik. Keberhasilan penanganan karhutla bergantung pada tiga hal utama tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat dan tuntas terhadap setiap laporan masyarakat, serta menjaga soliditas internal.
Baca juga: Disbudpar Kotim usulkan tujuh warisan budaya sebagai KIK
Kehadiran Polri diharapkan mampu mempererat hubungan emosional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di wilayah Kotawaringin Timur.
Rangkaian kunjungan kerja juga diisi dengan kegiatan sosial berupa penyaluran tali asih kepada warga yang membutuhkan. Bantuan diberikan kepada beberapa perwakilan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lansia dan anak yatim.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya dilihat dari nilainya, tetapi sebagai bentuk ketulusan kami untuk terus hadir bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan bahwa kunjungan kerja Wakapolda Kalteng menjadi momentum penting dalam memperkuat kesiapan jajaran di daerah.
“Baru saja kami menerima kunjungan kerja Wakapolda. Pertama kaitannya dengan memberikan arahan kepada seluruh personel, baik secara strategi maupun teknis, tentunya untuk menyiapkan sumber daya manusia dan sarana yang ada,” ujarnya.
Ia menerangkan, saat ini Polres Kotim tengah menggelar kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Khususnya dalam penanganan karhutla, Polres Kotim tidak bekerja sendiri, tetapi mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan BPBD dan instansi lainnya, hingga pihak perusahaan yang memiliki kewajiban siaga terhadap penanganan bencana.
Baca juga: Airbus A320 mendarat perdana di Sampit 7 Mei
Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan, termasuk menggandeng kelompok yang memiliki sarana pendukung seperti tangki air.
“Nanti akan kita data masyarakat yang memiliki kegiatan berkaitan dengan tangki air, dan kita gandeng untuk bersama-sama menghadapi siaga karhutla ini,” tambahnya.
Resky juga memastikan personel telah disiapkan secara khusus melalui penugasan lintas fungsi untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan.
“Anggota kami yang sehari-hari bertugas di berbagai fungsi juga kami sprint-kan untuk terlibat dalam kegiatan penanganan karhutla,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan BPBD terus diperkuat melalui posko bersama guna memantau kondisi terkini dan mempercepat respons penanganan.
Tak hanya di tingkat kabupaten, upaya pengawasan juga dilakukan hingga tingkat kecamatan melalui sinergi antara Polsek, forum koordinasi pimpinan (forkopimcam) kecamatan dan perusahaan setempat.
“Di Polsek-Polsek juga kami lakukan pemantauan bersama Forkopimcam dan perusahaan setempat, sehingga kesiapsiagaan bisa merata di seluruh wilayah,” demikian Resky.
Baca juga: Juara FLS3N dan O2SN Kotim diharapkan melaju hingga ke tingkat nasional
Baca juga: Dua desa di Kotim sukses jadi percontohan integrasi layanan primer
Baca juga: Samsat Kotim ungkap 200.000 kendaraan menunggak pajak
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
