
Edukasi dan aksi nyata, PT GSDI tanamkan kesadaran lingkungan serta pencegahan karhutla

Pangkalan Bun (ANTARA) - PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI) Kalimantan Tengah menggelar edukasi pencegahan kebakaran sejak dini dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat.
"Kegiatan ini menjadi bagian implementasi kebijakan keberlanjutan perusahaan, menempatkan aspek perlindungan lingkungan dan pencegahan kebakaran sebagai prioritas utama," kata PIC Fire Protection PT GSDI Tri Budi J dalam keterangan yang diterima di Pangkalan Bun, Selasa.
Dalam kegiatan tersebut pihaknya melaksanakan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran, melibatkan siswa dan tenaga pendidik secara aktif di SMPN 2 Pangkalan Banteng.
Melalui Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD), perusahaan menghadirkan pelatihan praktis mencakup pengenalan potensi risiko kebakaran, teknik penanganan awal, hingga penggunaan peralatan pemadam sederhana.
Hal itu sejalan dengan prinsip zero burning policy, PT GSDI secara konsisten mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penanggulangan, termasuk melalui penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Untuk mencapai target zero fire tidak hanya bergantung pada sistem internal perusahaan, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
"Edukasi, kolaborasi dan konsistensi menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.
Baca juga: PLN UIP KLB optimalkan pengamanan aset ketenagalistrikan di Kotawaringin Barat
Menurutnya, di tengah meningkatnya risiko karhutla yang dipengaruhi perubahan iklim dan aktivitas manusia, edukasi kepada generasi muda dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar lingkungan.
"Saya berharap melalui pendekatan ini mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat secara nyata," ucapnya.
Selain itu, PT GSDI juga ingin memastikan kehadiran perusahaannya tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
"Terutama, dalam pemahaman dasar seperti arah angin, jarak aman, dan prosedur evakuasi menjadi bekal penting untuk meminimalkan risiko kebakaran,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari sistem pencegahan kebakaran terintegrasi yang dijalankan perusahaan.
Sistem tersebut mencakup pemantauan titik api secara berkala, patroli terpadu, kesiapan sarana dan prasarana, serta pelatihan rutin bagi tim tanggap darurat.
Budi menyampaikan, dalam kebijakan keberlanjutan perusahaan menegaskan komitmen melindungi area bernilai konservasi tinggi, mengelola lahan secara bertanggung jawab tanpa pembakaran, serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
"Pendekatan kolaboratif ini diwujudkan melalui keterlibatan aktif masyarakat, institusi pendidikan, hingga aparat setempat dalam upaya pencegahan kebakaran," disampaikannya.
Kegiatan ini turut dipantau oleh Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Banteng sebagai bentuk sinergi antara perusahaan, aparat dan masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan wilayah.
Baca juga: PLN UIP KLB gelar Inspeksi K3 Manajemen, pastikan pembangunan berjalan aman
Baca juga: Disdikbud Kobar beri ruang ekspresi dan pengalaman baru melalui Gebyar PAUD
Baca juga: Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun musnahkan barang sitaan
Pewarta : Safitri RA
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
