Logo Header Antaranews Kalteng

Dinkes Kotim akui ada ketimpangan pemerataan faskes dan nakes

Kamis, 30 April 2026 06:16 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Umar Kaderi. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengakui masih terjadi ketimpangan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga medis serta tenaga kesehatan (nakes), terutama di tingkat puskesmas.

“Untuk saat ini, tenaga medis dan tenaga kesehatan sesuai standar ketenagaan di puskesmas masih belum sepenuhnya terpenuhi. Beberapa puskesmas masih belum mempunyai dokter dan dokter gigi ASN, sebagian lagi kekurangan tenaga kesehatan,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi di Sampit, Rabu.

Umar menjelaskan, bahwa hingga saat ini pemenuhan standar ketenagaan di puskesmas belum sepenuhnya tercapai. Kondisi ini menjadi perhatian serius untuk segera dibenahi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih optimal.

Di satu sisi, Dinkes Kotim terus melakukan penguatan layanan melalui penambahan fasilitas kesehatan (faskes), salah satunya dengan pemekaran puskesmas di wilayah Kecamatan Antang Kalang.

Dari sebelumnya hanya terdapat Puskesmas Tumbang Kalang, kini ditambah Puskesmas Antang Kalang 2 yang rencananya diresmikan dalam waktu dekat. Pemekaran ini untuk menjawab permintaan akan faskes sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Namun, hal ini juga memberikan tantangan lain terkait pemenuhan sumber daya manusia di puskesmas tersebut. Alhasil, Dinkes Kotim harus melakukan penyesuaian layanan dengan mengalihfungsikan tenaga dari pustu terdekat ke puskesmas baru itu.

“Sementara ini pelayanan sudah kita lakukan dengan memanfaatkan tenaga-tenaga yang ada di pustu desa sekitar itu. Jadi, pustu kita hentikan sementara, tapi kita alihkan ke puskesmas tersebut,” ujarnya.

Baca juga: Fraksi Gerindra Kotim ingatkan kewajiban pengembang sediakan fasilitas umum

Ia melanjutkan, saat ini di Kotim terdapat tiga rumah sakit dan 22 puskesmas. Kekurangan sumber daya manusia ini bukan hanya terjadi di Puskesmas Antang Kalang 2, tetapi juga faskes lainnya, termasuk rumah sakit yang masih kekurangan dokter spesialis.

Kondisi tersebut menjadi dasar pihaknya untuk mendorong adanya penambahan tenaga medis dan tenaga kesehatan ke depan. Menurutnya, pemerataan SDM kesehatan sangat penting agar seluruh puskesmas mampu memberikan layanan maksimal kepada masyarakat.

“Untuk itu, ke depan kami mohon dapat diprioritaskan tambahan tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhannya di setiap puskesmas, agar pelayanan kesehatan dapat semakin optimal,” tuturnya.

Kendati begitu, Umar belum bisa merincikan jumlah ideal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan maupun medis di Kotim. Rencananya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan analisis kebutuhan tenaga kesehatan secara lebih komprehensif.

Nantinya, Dinkes akan menyusun perencanaan penambahan SDM sesuai kebutuhan riil di lapangan. Adapun, dari sisi sarana dan prasarana, khususnya alat kesehatan (alkes), Umar memastikan sebagian kebutuhan sudah terpenuhi dan akan terus dilengkapi secara bertahap.

“Kalau alkesnya, Alhamdulillah sudah terpenuhi sebagian. Insya Allah tahun ini juga akan kita siapkan untuk pengadaan alkes lanjutan,” demikian Umar Kaderi.

Baca juga: DLH Kotim terus dorong UPTD Laboratorium menjadi BLUD

Baca juga: Puluhan restoran dan kafe di Sampit gulung tikar

Baca juga: Realisasi pajak kuliner melejit, Bapenda Kotim apresiasi kepatuhan pengusaha



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026