Logo Header Antaranews Kalteng

Triwulan I-2026 ekonomi Kalteng tumbuh 3,79 persen

Rabu, 6 Mei 2026 17:10 WIB
Image Print
Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami. ANTARA/HO-BPS Kalteng.

Tamiang Layang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat perekonomian di provinsi setempat pada triwulan I tahun 2026 dibandingkan triwulan I–2025 (y–on–y), mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen.

Penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2026 di provinsi ini berasal dari Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi 1,16 persen, kata Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami di Palangka Raya, kemarin.

"Lalu diikuti Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 0,71 persen, dan Konstruksi 0,59 persen," tambahnya.

Adapun struktur perekonomian Kalteng pada triwulan I–2026 didominasi oleh kategori lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 23,00 persen, diikuti Industri Pengolahan 16,53 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 12,83 persen, dan Pertambangan dan Penggalian 10,49 persen.

"Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kalteng mencapai 62,85 persen," kata Utami.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi terjadi hampir pada semua kategori lapangan usaha, kecuali pada tiga kategori lapangan usaha. Di mana lapangan usaha pertumbuhan tertinggi adalah kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,39 persen, diikuti kategori Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 11,75 persen, dan Jasa Perusahaan sebesar 9,51 persen.

"Sementara lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki peran dominan bagi provinsi ini, justru mengalami kontraksi sebesar 0,21 persen," kata Kepala BPS Kalteng itu.

Meski begitu, ekonomi Kalteng triwulan I–2026 dibanding triwulan IV–2025 (q–to–q) mengalami kontraksi 7,46 persen. Kontraksi terjadi pada tiga belas kategori lapangan usaha, sementara empat kategori lapangan usaha lainnya mengalami pertumbuhan.

Baca juga: Pengangguran Kalteng pada Februari 2026 alami penurunan

Untuk lapangan usaha yang mengalami kontraksi terbesar adalah Kategori Administrasi Pemerintahan, Petahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 28,97 persen, diikuti oleh Kategori Konstruksi terkontrasi 24,41 persen, dan Kategori Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,90 persen.

"Selain itu, lapangan usaha yang memiliki peran dominan seperti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan juga mengalami kontraksi sebesar 2,82 persen," kata Utami.

Penciptaan sumber kontraksi perekonomian Kalteng I–2026 (q–to–q), berasal dari kategori Konstruksi yang menyumbang sebesar 2,22 persen, diikuti kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 2,04 persen, dan kategori Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,86 persen.

Baca juga: Kenaikan kelompok pengeluaran penyebab Kalteng alami inflasi April 2026

Baca juga: Wabup Kapuas dorong sinkronisasi data BPS dan Bulog untuk kendalikan inflasi

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat akurasi data lewat Desa Cantik 2026



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026