
Produk UMKM Palangka Raya tiba di Selandia Baru dan langsung dipasarkan

Palangka Raya (ANTARA) - Ratusan produk milik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil tiba di Selandia Baru, New Zealand, sebagai upaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM lokal di tingkat internasional.
"Produk UMKM yang di ekspor ke Selandia Baru ini ada sebanyak 418 pcs, yang mana keberangkatannya dari Palangka Raya menuju Provinsi Jawa Tengah, Jepara dan langsung ke Selandia Baru. Selanjutnya, produk UMKM langsung kita pasarkan di sejumlah toko-toko, mall maupun di restoran," kata Pemilik Galeri Lifestyle Nusantara sekaligus perusahaan Exquisite Wood Limited di Selandia Baru, Hairunnisa bersama suaminya, Rodney Taua saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Rabu.
Baca juga: Ratusan produk UMKM Palangka Raya ekspor ke New Zealand
Hairunnisa mengungkapkan, produk UMKM yang tembus ekspor ke Selandia Baru atau di Auckland ini seperti produk tas kombinasi rotan, furniture, kerajinan tangan dan produk lain yang bernuansa etnik atau kerajinan lokal Kota Palangka Raya.
"Tujuan kita memfasilitasi ekspor ini hanya semata-mata ingin membuktikan UMKM Palangka Raya mampu bersaing di pasar mancanegara," katanya.
Baca juga: UMKM kerajinan rotan Palangka Raya siap bersaing di pasar internasional
Hairunnisa juga mengatakan, produk-produk UMKM Palangka Raya ia tempatkan di delapan titik khususnya di Auckland, yang mana kota tersebut adalah kota metropolitan terbesar, terpadat, dan pusat ekonomi utama di Selandia Baru.
Pihaknya berharap, program ini mampu menjadi penyemangat pelaku UMKM untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas usaha yang digeluti.
Baca juga: Kerajinan Kalteng bikin kagum pengusaha asal Selandia Baru
"Kita bersama pemerintah kota akan terus berupaya dan membantu memasarkan produk-produk para pengusaha UMKM yang ada di Kota Palangka Raya ini, dengan ketentuan syarat dan dukungan baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota dalam mendukung kemajuan para UMKM yang ada di Kalteng," demikian Hairunnisa.
Sebelumnya, Pemprov Kalimantan Tengah telah menyiapkan program skema kredit Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (Haguet) dengan plafon kredit maksimal Rp50 juta per debitur yang menyasar 3.000 pelaku UMKM sektor prioritas seperti ekonomi kreatif, pangan lokal, perikanan, hingga hilirisasi produk desa.
Baca juga: UMKM terbantu platform digital terintegrasi dalam kelola manajemen keuangan
Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat akses permodalan UMKM
Baca juga: Pemprov Kalteng siapkan skema kredit UMKM Haguet sasar pelaku usaha sektor prioritas
Pewarta : Ronny NT
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
