Logo Header Antaranews Kalteng

Keuskupan Palangka Raya bangun 'Rumah Marilah Kita Berdoa' di Katolik Center

Jumat, 8 Mei 2026 12:29 WIB
Image Print
Uskup Keuskupan Palangka Raya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF saat meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Marilah Kita Berdoa dan Mission Center di Katolik Center Kota Palangka Raya, Jumat (8/5/2026). ANTARA/HO-Panitia.

Palangka Raya (ANTARA) - Keuskupan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menginginkan siapapun nantinya yang datang ke Katolik Center, terkhusus umat Katolik, bukan hanya berziarah ataupun jalan-jalan, tetapi betul-betul berdoa.

Untuk mencapai keinginan itu dibangun Domus Oremus atau 'Rumah Marilah Kita Berdoa', kata Uskup Keuskupan Palangka Raya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF saat peletakan batu pertama di Katolik Center, di Jalan DA Tawa, Jumat.

"Kami juga membangun mission center atau tempat pembekalan para awam Umat Katolik untuk bermisi mewartakan kabar gembira kepada semua orang," ucapnya.

Menurut Imam Katolik yang telah 25 tahun menjadi Uskup Keuskupan Palangka Raya itu, diperlukan cara-cara ataupun tehnik untuk mewartakan kabar gembira kepada semua orang tanpa adanya penolakan.

"Jadi, nantinya para awam Umat Katolik bisa sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin bisa bermisi seturut kemauan kehendak Allah, dan diarahkan oleh Gereja," kata Aloysius.

Dia pun bersyukur dimulainya pembangunan dua bangunan tersebut menjadi bagian dari acara pesta perak atau 25 tahun dirinya mengemban Uskup Keuskupan Palangka Raya. Sebab, acaranya tidak hanya seremonial tetapi juga adanya tindakan nyata dengan membangun Rumah Marilah Kita Berdoa dan Mission Center.

"Kami menginginkan misi gereja dilaksanakan sebaik-baiknya dan adanya pembekalan kepada para awam umat Katolik," demikian Aloysius.

Sementara itu, Direktur Catholic Center, Pastor Alfonsus Danang Widhi Anggoro menyebut pembangunan kawasan tersebut merupakan amanah langsung dari Keuskupan Palangka Raya, sebagai bentuk syukur yang diwujudkan melalui pelayanan nyata.

Apalagi, lanjut dia, Katolik Center tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat religi, melainkan juga menjadi ruang edukasi, sosial dan budaya yang inklusif bagi masyarakat.

Baca juga: Gubernur Kalteng dan Uskup Palangka Raya saling sanjung di Episcopal

"Kami ditugaskan membangun kawasan ini sebagai bentuk syukur yang diwujudkan dalam aksi nyata untuk mendukung tugas dan tanggung jawab Keuskupan Palangka Raya," ujarnya.

Dia mengakui, selain Domus Oremus dan Rumah Uskup, kawasan Catholic Center juga direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti Rumah Emeritus bagi imam purnatugas, seminari calon imam, hingga Tendopoli yang mengangkat nilai adat dan budaya lokal Kalimantan Tengah.

Imam Katolik ini pun menegaskan kawasan Katolik Center tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga terbuka bagi semua kalangan tanpa membedakan latar belakang.

"Ini rumah kita bersama. Siapa saja boleh datang untuk berdoa, mencari ketenangan, bermeditasi, atau menikmati suasana damai di tempat ini," tandas Pastor Danang.

Baca juga: Uskup Palangka Raya dukung pembentukan Pemuda Katolik di kabupaten se-Kalteng

Baca juga: Uskup Palangka Raya: Dua pastor pesta perak imamat bukti kesetiaan melayani Tuhan

Baca juga: Uskup yakin umat Katolik Kalteng mampu lebih berprestasi di pesparani



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026