
Sinergi akademisi dan media, dosen Bisnis Digital UMPR ikuti Strategi Komunikasi BI se-Kalimantan

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) terus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan ekonomi regional. Partisipasi Nur Annisa, S.E., M.E., dosen Program Studi Bisnis Digital, dalam kegiatan Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan menjadi representasi nyata kontribusi akademisi kampus tersebut di tingkat regional.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Malang, Jawa Timur, 6-7 Mei 2026 ini mempertemukan tokoh-tokoh berpengaruh (opinion maker) dari seluruh provinsi di Kalimantan, mulai dari Kalimantan Tengah, Selatan, Barat, Timur, hingga Utara. Dari wilayah Kalimantan Tengah, delegasi akademisi diperkuat oleh perwakilan dari UMPR, UPR, dan UIN Palangka Raya, yang bersinergi dengan tokoh media seperti jurnalis, Pemimpin Redaksi (Pimred), dan Kepala Stasiun (Kepsta).
Rektor UMPR, Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P, memberikan dukungan penuh atas keterlibatan aktif dosen UMPR dalam agenda tersebut.
"Partisipasi ini merupakan langkah nyata kampus dalam mendukung sinergi antara akademisi dan otoritas moneter. Kami berharap melalui kegiatan ini, UMPR dapat berkontribusi lebih tajam dalam mendiseminasikan kebijakan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di era digital saat ini," ujar Dr. Muhamad Yusuf.
Selama dua hari, para peserta mendapatkan wawasan mendalam melalui rangkaian agenda:
FGD Isu Strategis: Mengupas tuntas hilirisasi di wilayah Kalimantan bersama Guru Besar dari Universitas Brawijaya.
Workshop Penulisan Editorial: Sesi teknis penulisan editorial ekonomi yang dipandu oleh jurnalis ahli dari Tempo.
Studi Tiru Media: Kunjungan lapangan untuk mempelajari pola komunikasi publik dan manajemen informasi pada institusi media terkemuka di Malang.
Nur Annisa, S.E., M.E., menyampaikan bahwa pengalaman ini sangat relevan untuk memperkuat literasi ekonomi di masyarakat.
"Menjadi bagian dari Opinion Maker Bank Indonesia adalah amanah sekaligus peluang besar. Di tengah pesatnya perkembangan AI dan budaya lokal, kemampuan menulis editorial yang efektif sangat krusial agar literasi ekonomi syariah dan kebijakan ekonomi digital dapat diterima dengan baik oleh publik," ungkap Nur Annisa.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah ini diharapkan mampu melahirkan narasi ekonomi yang kuat dan akurat guna mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kalimantan.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026
