Logo Header Antaranews Kalteng

Jaga stabilitas suplai BBM, Gubernur Kalteng minta penambahan Fuel Terminal Pertamina

Minggu, 10 Mei 2026 10:21 WIB
Image Print
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (dua dari kiri) bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan (kiri), Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Isfahani (dua dari kanan) dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta kepada Pertamina melakukan penambahan fuel terminal atau depo di wilayah provinsi setempat demi menjaga stabilitas suplai bahan bakar minyak (BBM) agar tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Kalteng ini ada tiga zona yakni barat, tengah dan timur. Zona barat sudah ada dua, yakni di Sampit dan Pangkalan Bun, sedangkan tengah ada di Pulang Pisau, dan zona timur tidak ada," kata gubernur di Palangka Raya, Minggu.

Fuel Terminal Pertamina merupakan tempat penerimaan, penyimpanan sekaligus penyaluran BBM skala besar, dengan fungsi transit utama sebelum didistribusikan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) ataupun lainnya.

Gubernur menilai minimal diperlukan penambahan satu fuel terminal terutama di zona timur yang meliputi Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya. Tujuannya agar alur dan suplai distribusi BBM lebih terjaga dan stabil secara berkelanjutan.

Keberadaan fuel terminal di wilayah tengah yang hanya ada satu unit, serta wilayah timur belum tersedia, dinilai belum sepenuhnya ideal.

"Melalui pertemuan dengan jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, kami telah menyampaikan usulan terkait ini dan semoga bisa terwujud," tuturnya.

Baca juga: Pertamina tegaskan stok BBM Kalteng aman, Pertamax capai 1,172 juta liter

Lebih lanjut Agustiar juga mengingatkan agar masyarakat tak perlu melakukan pembelian panik atau panic buying terhadap BBM, mengingat saat ini upaya pemerintah maupun Pertamina sudah berjalan optimal, sehingga diharap tidak ada terjadi lagi antrean panjang BBM di SPBU.

Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Isfahani memaparkan di Kalimantan Tengah tersedia sedikitnya mencapai 75 SPBU reguler, kemudian sebanyak tiga depo atau fuel terminal, delapan SPBE, serta lainnya.

Dia mengatakan, pihaknya terus menjalin koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait, termasuk menerima berbagai masukan atau usulan agar di antaranya penyaluran BBM dapat terlaksana dengan baik.

"Pertamina dalam pengembangan fasilitas terminal itu mengukur tentang kebutuhan, jangkauan. Karena dalam perekonomian, sebuah investasi juga perlu dipertanggungjawabkan secara pengembaliannya. Namun yang paling utama tentu bagaimana jangkauan, ketersediaan sampai dengan seluruh wilayah yang didistribusikan," terangnya.

Baca juga: Tanggulangi antrean BBM; Tambah kuota hingga perpanjang jam operasional SPBU

Baca juga: Gubernur Kalteng minta bupati dan wali kota cermat dalam membuat surat edaran

Baca juga: Pertamina tegaskan antrean BBM di Palangka Raya bukan disebabkan kelangkaan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026