Logo Header Antaranews Kalteng

KONI Kotim ikuti 32 cabang olahraga di Porprov XIII Kalteng

Minggu, 10 Mei 2026 19:25 WIB
Image Print
Ketua KONI Kotim Alexius Esliter didamping Wakil Ketua II KONI Kotim Rudi Setiawan. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendaftarkan 32 cabang olahraga (cabor) untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Untuk progres sampai saat ini kita sudah mendaftarkan semua cabor kita dalam Porprov nanti, tinggal menunggu hasil verifikasi dari panitia provinsi,” kata Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter di Sampit, Minggu.

Ia menjelaskan, seluruh cabor yang akan diikutsertakan dalam Porprov sudah didaftarkan dan saat ini tinggal menunggu hasil verifikasi dari panitia tingkat provinsi.

Dari total 32 cabor yang didaftarkan, sebanyak 29 merupakan cabor yang aktif dan siap dipertandingkan, sedangkan cabor lainnya berstatus eksebisi.

Pendaftaran ini sebagai bentuk komitmen KONI Kotim untuk tetap berpartisipasi pada ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut, meski hingga kini masih menghadapi kendala pencairan anggaran pembinaan atlet.

Menurutnya, kesiapan atlet sejauh ini tidak menjadi persoalan karena para atlet tetap menjalani latihan mandiri sambil menunggu tahapan seleksi dan training center (TC) yang direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni mendatang.

“Untuk kesiapan atlet mereka siap selalu, tinggal masalah seleksi dan TC mungkin di Juni nanti,” ujarnya.

Baca juga: Bunda PAUD Kotim apresiasi kontribusi IGTKI dalam dunia pendidikan

Namun, Alexius mengakui hingga saat ini persoalan utama yang dihadapi KONI Kotim masih berkaitan dengan belum cairnya anggaran hibah untuk persiapan Porprov.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kebutuhan mendesak cabor, terutama untuk seleksi atlet dan pemusatan latihan, belum dapat dipenuhi secara maksimal.

Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim agar proses administrasi pencairan anggaran dapat segera diselesaikan. KONI berharap paling lambat Juni anggaran tahap awal sudah dapat digunakan.

“Kami telah berbincang dengan Kadispora, kita minta karena kebutuhan cabor ini mendesak untuk kebutuhan seleksi, paling lambat Juni sudah bisa digunakan sambil menunggu SK rencana hibah. Jadi kita minta Mei ini sudah berproses,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima KONI dari Dispora, anggaran hibah untuk persiapan Porprov disalurkan secara bertahap sebanyak tiga kali. Masing-masing tahap senilai Rp1 miliar sehingga total keseluruhan anggaran mencapai Rp3 miliar.

Alexius juga menegaskan keterlambatan pencairan bukan disebabkan persoalan di internal KONI. Melainkan, menunggu penerbitan surat keputusan (SK) yang menjadi bagian mekanisme hibah dari pemerintah daerah.

“Untuk anggaran ini sebenarnya tidak ada masalah, kita semua memenuhi tahapan proses penganggaran jadi tidak ada masalah. Sedangkan alasan anggarannya belum cair karena SK-nya belum keluar karena harus ada SK dan hibah,” jelasnya.

Baca juga: Pendaratan perdana Airbus A320 di Sampit diundur 12 Juni, tiket mulai dijual

Ia menambahkan, kewenangan terkait dokumen anggaran sepenuhnya berada di Dispora karena Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) berada pada instansi tersebut, sedangkan KONI hanya bertugas menyalurkan pembinaan dan mempersiapkan atlet agar siap bertanding di Porprov nanti.

Alexius juga mengakui dana Rp1 miliar pada tahap pertama belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembinaan atlet dan persiapan kontingen. Namun KONI akan berupaya memaksimalkan anggaran yang tersedia agar pembinaan tetap berjalan.

Beberapa cabor bahkan telah berupaya mandiri untuk memenuhi kebutuhan latihan dan persiapan, seperti biliar, pencak silat maupun basket yang selama ini tetap aktif melakukan pembinaan secara swadaya.

“Kalau bicara cukup atau tidak memang tidak cukup, tapi akan kita gunakan semaksimal mungkin untuk membina atlet, karena ada beberapa cabor juga yang mereka bisa mandiri seperti billiard, silat dan basket,” sebutnya.

Terkait target prestasi, Alexius menyebut KONI Kotim tetap memiliki semangat untuk mempertahankan gelar juara umum pada Porprov XIII Kalteng. Meski pun, ia menilai kondisi persiapan yang sangat terbatas membuat pihaknya tidak ingin memasang target berlebihan.

Ia menambahkan minimnya dukungan anggaran sejak 2025 hingga 2026 membuat sebagian besar cabang olahraga harus melakukan pembinaan secara mandiri tanpa bantuan dana pemerintah. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi KONI Kotim dalam menjaga prestasi olahraga daerah menjelang Porprov XIII Kalteng.

“Masalah nanti perolehannya seperti apa kita lihat hasilnya. Target mempertahankan juara umum jelas ada, tapi itu target saja, yang penting kita berpartisipasi dulu,” demikian Alexius.

Baca juga: Dishub Kotim rombak rencana pemasangan PJU Kapten Mulyono

Baca juga: BPBD Kotim kekurangan selang pemadam kebakaran

Baca juga: Kodim Sampit perkuat sinergi antisipasi karhutla lewat latihan gabungan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026