Logo Header Antaranews Kalteng

DJI Osmo Pocket 4 Pro segera meluncur dengan fitur video sinematik

Minggu, 10 Mei 2026 21:26 WIB
Image Print
Ilustrasi kamera DJI Osmo Pocket. Dalam foto ini DJI Osmo Pocket 3. (ANTARA/situs web DJI)

Jakarta (ANTARA) - DJI dikabarkan tengah menyiapkan kamera gimbal terbaru Osmo Pocket 4P yang akan hadir secara global dengan fokus baru pada kemampuan zoom dan fleksibilitas pengambilan gambar.

Melansir dari Gizmochina pada Sabtu (9/5) waktu setempat, perangkat yang juga disebut sebagai Pocket 4 Pro itu mempertahankan sensor utama 1 inci dari Osmo Pocket 4 standar, tetapi kini dibekali kamera telefoto tambahan dengan zoom optik 3x.

Kehadiran kamera telefoto tersebut menjadi perubahan besar bagi lini Pocket yang sebelumnya hanya mengandalkan satu lensa wide-angle.

Pada generasi sebelumnya, pengguna harus mengandalkan zoom digital atau pemotongan gambar untuk mengambil potret close-up maupun video sinematik dengan framing lebih rapat.

Berdasarkan bocoran awal dari China, kamera telefoto itu disebut memiliki focal length setara 70mm dengan sensor berukuran sekitar 1/1,5 inci.

Perangkat tersebut juga dikabarkan mendukung zoom “lossless” hingga 6x dan zoom maksimal hingga 12x.

Kemampuan itu dinilai akan membuat kamera lebih fleksibel untuk kebutuhan vlog perjalanan, wawancara, hingga perekaman gaya street photography.

Selain tambahan kamera telefoto, Pocket 4P disebut masih membawa berbagai fitur dari Osmo Pocket 4 standar, termasuk perekaman video 4K 240fps, ActiveTrack yang ditingkatkan, dan layar putar dengan tingkat kecerahan lebih tinggi.

DJI juga tetap mempertahankan sistem gimbal mekanis tiga sumbu yang selama ini menjadi ciri utama seri Pocket.

Perusahaan drone dan kamera asal China itu mempromosikan perangkat ini dengan slogan “See More, Tell More”, yang menekankan kemampuan pengambilan gambar lebih fleksibel dibanding generasi sebelumnya.

Peluncuran awal disebut akan dimulai di China sebelum diperluas ke pasar global.

Halaman produk perangkat tersebut juga dilaporkan sudah muncul di beberapa negara seperti Kanada dan Meksiko.

Namun, ketersediaannya di Amerika Serikat masih belum jelas karena disebut menghadapi hambatan regulasi terkait sertifikasi FCC.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026