Logo Header Antaranews Kalteng

Kotim dapat 66 Starlink dari provinsi untuk perluas jangkauan internet

Selasa, 12 Mei 2026 13:39 WIB
Image Print
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur Cok Orda Putra Legawa. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat bantuan 66 unit Starlink dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026 untuk memperluas jangkauan internet di wilayah terpencil, terutama layanan publik yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses jaringan.

“Jadi kita tahun ini ada dapat 66 unit Starlink. Ini merupakan program provinsi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan dan diharapkan dapat mengintervensi serta mengakselerasi jangkauan informasi di daerah-daerah terpencil,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Cok Orda Putra Legawa di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program Gubernur Kalimantan Tengah dalam mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan berbasis digital di daerah.

Disebutkan, bahwa dari 168 desa dan 17 kelurahan di Kotim memang masih banyak wilayah yang belum terjangkau jaringan internet secara optimal, sehingga bantuan ini menjadi angin segar bagi wilayah setempat.

Terlebih di tengah efisiensi anggaran saat ini, bantuan dari pemerintah provinsi sangat membantu daerah dalam memperluas cakupan layanan internet, khususnya untuk mendukung digitalisasi pelayanan publik dan pendidikan.

“Memang sampai saat ini masih ada beberapa titik blank spot di wilayah Kotim. Dengan adanya bantuan ini diharapkan keterbukaan informasi maupun akses data di daerah terpencil dapat lebih cepat dijangkau,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kondisi geografis Kotim yang luas dan sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan jaringan internet. Bahkan di sejumlah desa, jaringan hanya dapat menjangkau radius sekitar satu kilometer dari titik pemasangan perangkat.

Baca juga: Waket DPRD Kotim: Persoalan SK palsu tak boleh dianggap sepele

Sebanyak 66 unit Starlink tersebut merupakan jumlah yang diusulkan Pemkab Kotim melalui Diskominfo setelah dilakukan pemetaan wilayah yang sulit dijangkau jaringan internet, dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Bantuan tersebut nantinya diprioritaskan untuk kantor desa, pustu dan sekolah yang belum memiliki akses internet memadai maupun yang belum tertangani anggaran pemerintah daerah.

Terutama, wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai dan Antang Kalang karena masih banyak kawasan yang kualitas jaringannya belum stabil.

“Untuk pembagiannya telah kami lakukan inventarisasi, desa-desa mana saja yang belum terjangkau jaringan internet dan kami berkolaborasi dengan OPD terkait, agar jaringan yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih luas untuk pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Ia melanjutkan, pemasangan Starlink akan diprioritaskan di desa yang sudah memiliki Penerangan Jalan Umum (PJU) atau jaringan listrik agar operasional perangkat lebih mudah dilakukan.

Maka dari itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pemasangan PJU guna mendukung pemerataan jaringan internet.

Namun, bagi wilayah yang belum tersedia listrik, pemerintah tetap membuka kemungkinan penggunaan solar cell sebagai sumber daya tambahan.

“Yang diutamakan memang desa yang sudah memiliki jaringan PJU. Tapi tidak menutup kemungkinan masyarakat atau desa dapat membantu penyediaan solar panel untuk membuka layanan akses internet,” ucapnya.

Baca juga: IPSI Kotim seleksi atlet unggulan hadapi Porprov XIII Kalteng

Terkait realisasinya, Cok Orda mengaku bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pemerintah provinsi yang menurut informasinya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Sebelum bantuan Starlink itu dibagian, pemerintah provinsi akan menggelar pelatihan teknis bagi operator dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah yang menerima program tersebut.

Operator yang mengikuti pelatihan nantinya bertugas membantu distribusi serta sosialisasi penggunaan layanan internet di daerah bersama dengan Diskominfo setempat.

Cok Orda menambahkan, selain 66 unit yang telah disetujui, Diskominfo Kotim juga kembali mengusulkan tambahan 17 unit Starlink ke provinsi berdasarkan kebutuhan dari Dinas Kesehatan untuk mendukung layanan pustu di sejumlah wilayah.

Tak hanya mengandalkan bantuan pemerintah provinsi, pihaknya juga mengusulkan penambahan jaringan melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital agar cakupan internet di wilayah pelosok dapat semakin luas dan dirasakan masyarakat secara merata.

“Mudah-mudahan usulan kita ini dipenuhi, khususnya untuk layanan kesehatan yang menjadi prioritas karena sekarang membutuhkan digitalisasi data yang lebih cepat, akurat dan up to date (terkini),” demikian Cok Orda.

Baca juga: Staf BKPSDM Kotim pilih mengundurkan diri imbas perkara SK palsu

Baca juga: Kejati Kalteng dalami dugaan penyimpangan dana hibah Pilkada Kotim

Baca juga: Tiga peringatan nasional jadi momentum perkuat sinergi pembangunan di Kotim



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026