Logo Header Antaranews Kalteng

BI usung Batang Gawi wujudkan ketahanan pangan dan energi Kalimantan Tengah

Selasa, 12 Mei 2026 21:09 WIB
Image Print
Bank Indonesia Kalimantan Tengah menyelenggarakan diseminasi laporan perekonomian provinsi setempat tahun 2026 bertajuk Batang Gawi, Palangka Raya, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/HO-Diskominfosantik Kalteng)

Palangka Raya (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan diseminasi laporan perekonomian provinsi setempat tahun 2026 bertajuk Batang Gawi, yakni bersinergi wujudkan ketahanan pangan dan energi menuju Kalteng berdaya saing.diseminasi laporan perekonomian provinsi setempat tahun 2026 bertajuk Batang Gawi , yakni bersinergi wujudkan ketahanan pangan dan energi menuju Kalteng berdaya saing.

“Diseminasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi dan memberikan rekomendasi kebijakan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Adhi Nugroho di Palangka Raya, Selasa.Diseminasi ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi dan memberikan rekomendasi kebijakan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Adhi Nugroho di Palangka Raya, Selasa.

Batang Gawi 2026 hadir sebagai ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah bersama, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing.Gawi 2026 hadir sebagai ruang diskusi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah bersama, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing.

Tema-tema tersebut dinilai relevan di tengah dinamika geopolitik global, refleksi harga komoditas, hingga kebutuhan penguatan struktur ekonomi daerah.

Pada sektor energi, penerapan mandatori biodiesel B50 dinilai membuka peluang strategis bagi Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit nasional. Biodiesel B50 dinilai membuka peluang strategi bagi Kalimantan Tengah sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit nasional.

TMP Sanaman Lampang

Sedangkan pada sektor pangan, penguatan produksi lokal, stabilitas pasokan serta kesiapan menghadapi risiko iklim menjadi fokus penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah, selanjutnya.

Sebagai agenda utama, Batang Gawi 2026 menghadirkan dua sesi diskusi panel strategi. Sesi pertama mengangkat tema “Strategi implementasi B50 dalam menjaga ketahanan energi” dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah, serta Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah.Gawi 2026 menghadirkan dua sesi diskusi panel strategi. Sesi pertama mengangkat tema “Strategi implementasi B50 dalam menjaga ketahanan energi” dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah, serta Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah.

Diskusi membahas arah implementasi kebijakan B50, peluang hilirisasi sawit di Kalimantan Tengah, dukungan sektor jasa keuangan, hingga kesiapan pelaku usaha dalam menangkap peluang ekonomi berbasis komoditas unggulan daerah.

Sesi kedua, katanya, mengangkat tema “Menyongsong ketahanan pangan dan lumbung pangan nasional dalam mendukung asta cita” dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

Pembahasannya terfokus pada penguatan produksi pangan lokal, stabilitas pasokan dan harga, dukungan fiskal, pemanfaatan data statistik, hingga sinergi lintas lembaga dalam membangun ekosistem pangan daerah yang tangguh dan berkelanjutan.

Melalui Batang Gawi 2026, Bank Indonesia berharap kolaborasi lintas sektor khususnya di Kalteng semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan energi daerah.Gawi 2026, Bank Indonesia berharap kolaborasi lintas sektor khususnya di Kalteng semakin kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan energi daerah.

Kalimantan Tengah juga diharap mampu mengoptimalkan potensi sumber daya daerah, memperkuat daya tahan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan semakin inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Berikut realisasi penyaluran TKD Kalteng per 31 Maret 2026TKD Kalteng per 31 Maret 2026

Baca juga: DJPb: Belanja MBG Kalteng per 31 Maret terealisasi Rp73 miliarDJPb: Belanja MBG Kalteng per 31 Maret terealisasi Rp73 miliar

Baca juga: Kinerja APBN Kalteng per 31 Maret cerminkan kuatnya aktivitas WP badan



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026