Logo Header Antaranews Kalteng

Kecantikan regeneratif jadi tren baru untuk kesehatan jangka panjang

Selasa, 12 Mei 2026 21:32 WIB
Image Print
Ilustrasi - Penggunaan masker dalam perawatan kecantikan. ANTARA/Pixabay/am.

Jakarta (ANTARA) - Tren regenerative beauty atau kecantikan regeneratif mulai berkembang di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit yang berorientasi pada kesehatan jangka panjang, bukan sekadar hasil instan.

Praktisi biohacking Nurtura Dr. Yusri Dinuth dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan pendekatan regenerative beauty menitikberatkan pada upaya memperkuat fungsi biologis kulit agar lebih sehat dan resilien, termasuk melalui teknologi yang mendukung regenerasi sel.

“Dunia kedokteran estetika saat ini sedang bertransformasi menuju kecantikan regeneratif. Pasien kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing (bercahaya) di permukaan, tetapi, harus memiliki kualitas biologis yang kuat,” ujar Yusri.

Kecantikan regeneratif berbeda dari perawatan anti-aging konvensional yang umumnya berfokus pada perbaikan tampilan luar dalam waktu cepat, namun, tidak menyasar akar masalah pada tingkat sel.

Menurut Yusri, salah satu pendekatan yang mulai dikenalkan di Indonesia adalah protokol perawatan berbasis optimasi seluler yang memadukan terapi eksosom, teknologi peptida, hingga NAD+ untuk membantu mendukung regenerasi jaringan kulit.

Nurtura memperkenalkan metode yang disebut “Skin Biohacking Protocol” yang diklaim bekerja pada level biologis kulit melalui kombinasi beberapa tahapan, seperti exosome therapy, peptide skin booster, infus NAD+, serta perawatan hidrasi berbasis enzim dan terapi cahaya.

Salah seorang pendiri Nurtura dr. Hilwa Saleh Alwaini menyampaikan bahwa perawatan kulit berbasis sel menjadi bagian dari konsep healthy aging (penuaan secara sehat) yang menekankan perbaikan kualitas kulit secara bertahap dan berkelanjutan.

“Selama ini banyak orang merawat kulit dari luar mengejar hasil yang terlihat, lalu kembali lagi ketika efeknya memudar. Ketika kulit dirawat di level sel, perubahan yang terjadi bukan sekadar sementara,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026