
Pemkab Kotim perkuat akses rujukan Puskesmas Mentaya Seberang

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat sistem rujukan pelayanan kesehatan di Kecamatan Seranau dengan membenahi akses transportasi dari Puskesmas Mentaya Seberang menuju rumah sakit.
“Yang perlu kita siapkan mungkin dari puskesmas rawat inap di sini untuk bisa dibawa ke pelabuhan, minimal seperti ambulans, untuk mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan layanan medis lanjutan,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Rabu.
Ia menjelaskan, upaya tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena wilayah Seranau masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, khususnya bagi pasien yang harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah penyediaan sarana transportasi pasien berupa ambulans yang dapat digunakan untuk membawa pasien dari puskesmas menuju pelabuhan penyeberangan.
Kondisi geografis Seranau yang masih bergantung pada jalur sungai menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Meski jalur darat telah tersedia, namun kondisi infrastruktur jalan dinilai belum optimal untuk mendukung mobilitas masyarakat maupun layanan darurat kesehatan.
“Kesulitan kita saat ini untuk Seranau masih transportasi melalui air. Memang ada lewat jalan darat, tapi kondisinya belum baik walaupun masih fungsional,” jelasnya.
Pemerintah daerah pun menilai penguatan akses rujukan menjadi langkah penting agar pasien dari wilayah seberang tidak mengalami keterlambatan penanganan saat harus dirujuk ke rumah sakit di Sampit.
Baca juga: Disdik Kotim siap sukseskan program wajib belajar 13 tahun
Selain memperhatikan transportasi pasien, Pemkab Kotim juga menyoroti kondisi infrastruktur penunjang di jalur darat menuju kawasan tersebut. Beberapa titik jembatan dinilai masih membutuhkan peningkatan agar akses masyarakat lebih aman dan lancar.
Halikinnor menyebut pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran pembangunan box culvert di sejumlah titik ruas jalan menuju Cempaka Mulia. Pembangunan itu diharapkan dapat membantu memperbaiki konektivitas wilayah dan mendukung pelayanan dasar masyarakat, termasuk sektor kesehatan.
“Ada beberapa jembatan yang perlu perhatian. Alhamdulillah tahun ini ada anggaran dari provinsi untuk pembangunan box culvert di beberapa titik,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas jalan secara bertahap, baik melalui anggaran tahun berjalan maupun pengajuan pada tahun berikutnya.
Perbaikan akses jalan dinilai penting karena tidak hanya mendukung pelayanan kesehatan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Seranau yang selama ini cukup bergantung pada transportasi sungai.
Sementara untuk layanan penyeberangan sungai, pemerintah daerah memilih tidak menyediakan armada khusus karena masyarakat setempat telah memiliki layanan penyeberangan yang beroperasi selama 24 jam.
“Kita tidak ingin mematikan usaha masyarakat, karena disini armada penyeberangan tersedia sepanjang waktu,” demikian Halikinnor.
Baca juga: Dinkes Kotim ingatkan bahaya DBD saat pancaroba
Baca juga: UNDA bersama OJK dan Pegadaian berkolaborasi tingkatkan literasi dan edukasi keuangan bagi mahasiswa
Baca juga: DPMPTSP Kotim ingatkan masyarakat waspadai penipuan mengatasnamakan OSS
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
