Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup Sukamara tekankan pencegahan stunting jadi prioritas bersama

Kamis, 14 Mei 2026 06:08 WIB
Image Print
Wakil Bupati Sukamara, Nur Efendi, saat memimpin rapat koordinasi terkait intervensi pencegahan stunting tingkat Kabupaten di Aula Kantor Bupati. Selasa (12/5/2026). ANTARA/Donefrid Lalang

Sukamara (ANTARA) - Wakil Bupati Sukamara, Nur Efendi menegaskan, stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani bersama karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase inilah pertumbuhan dan perkembangan anak sangat menentukan,” kata Nur Efendi di Sukamara, Rabu.

Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar rapat koordinasi intervensi pencegahan stunting tahun 2026 sebagai upaya menekan munculnya kasus stunting baru di wilayah tersebut. Kegiatan itu dihadiri lintas sektor, OPD, pemerintah kecamatan hingga desa.

Nur Efendi menyebutkan, anak yang mengalami stunting tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berisiko mengalami hambatan perkembangan otak dan penurunan tingkat kecerdasan.

“Stunting bukan hanya soal tubuh pendek, tetapi juga memengaruhi kualitas generasi penerus. Dampaknya bisa sampai pada produktivitas saat dewasa dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif,” ujarnya.

Baca juga: Bapenda Kapuas sidak tambang pasir dan restoran cek kepatuhan pajak

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Sukamara pada tahun 2022 berada di angka 21,8 persen. Angka tersebut sempat meningkat menjadi 29,1 persen pada tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebelum kembali turun menjadi 20,1 persen pada tahun 2024.

Menurut Nur Efendi, penurunan angka tersebut menunjukkan adanya kemajuan, namun masih belum mencapai target nasional sebesar 17,5 persen.

“Karena itu diperlukan penguatan peran seluruh sektor, baik OPD, pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat dalam melakukan pencegahan stunting,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah pencegahan difokuskan pada pendampingan remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 0–23 bulan yang berisiko mengalami masalah gizi.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap lahir langkah konkret dan intervensi yang tepat guna menekan kasus stunting baru sekaligus mempercepat terwujudnya Sukamara bebas stunting.

Baca juga: Kapuas masuk daerah risiko tinggi rawan kebakaran hutan dan lahan

Baca juga: Pemkab Kapuas kirim 105 kontingen ke FBIM 2026 Kalteng

Baca juga: Anggota DPRD dukung penuh Satresnarkoba wujudkan Kapuas Bersinar



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026