Logo Header Antaranews Kalteng

Luapan Sungai Tualan sebabkan banjir dan longsor di wilayah utara Kotim

Kamis, 14 Mei 2026 16:06 WIB
Image Print
Kondisi banjir yang merendam Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, Kamis (14/5/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim

Sampit (ANTARA) - Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air di Sungai Tualan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah meluap dan aliran air yang cukup deras yang menyebabkan banjir hingga tanah longsor di sebagian wilayah utara.

“Informasi yang kami terima, di Desa Tumbang Mujam terjadi tanah longsor atau ambles di tepi jalan poros akibat hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Sungai Tualan menjadi sangat deras. Selain itu, di Desa Sungai Hanya terjadi banjir dengan ketinggian 1,5 meter di beberapa titik,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam di Sampit, Kamis.

Multazam menjelaskan, Sungai Tualan adalah anak sungai dari Sungai Mentaya. Hulu Sungai Tualan berada di wilayah Kecamatan Tualan Hulu. Alirannya menuju ke selatan dan bermuara ke Sungai Mentaya di sekitar wilayah Kecamatan Mentaya Hulu.

Sungai Tualan menjadi salah satu penyuplai debit air ke Sungai Mentaya, terutama saat musim hujan. Karena posisinya, kenaikan air di Sungai Mentaya akan berpengaruh langsung ke Sungai Tualan.

Fenomena backwater (air balik) sering terjadi saat Sungai Mentaya pasang tinggi atau banjir, airnya menahan aliran Sungai Tualan sehingga air meluap ke desa-desa di bantaran Sungai Tualan. Diduga kondisi itulah yang terjadi saat ini.

Di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, aliran air yang deras menyebabkan tanah longsor di tepi sungai yang tak jauh dari jalan poros desa, diperkirakan kurang lebih 1 meter lagi longsor akan mengenai badan jalan.

“Untuk diketahui, selain badan jalan yang berada di lokasi itu ada sedikitnya enam rumah warga yang terancam amblas apabila longsor terjadi terus menerus,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, untuk sementara warga yang rumahnya berada di lokasi yang rawan tersebut telah mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat yang aman.

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat akses rujukan Puskesmas Mentaya Seberang

Berikutnya, di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, yang terendam banjir. Informasi bermula dari unggahan di media sosial yang kemudian dikonfirmasi kepada aparatur desa dan kecamatan setempat.

“Banjir di Desa Sungai Hanya terkonfirmasi. Informasi yang kami terima, ada kurang lebih 80 rumah dan sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Untuk ketinggian debit air mencapai 1,5 meter di beberapa titik,” sebutnya.

Ia menambahkan, BPBD Kotim terus memantau perkembangan di lapangan dan akan melakukan evaluasi jika ada peningkatan untuk tindakan lebih lanjut.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Tumbang Mujam, Dolik mengatakan derasnya arus Sungai Tualan memicu pengikisan tanah di tepi jalan utama desa yang berada di RT 001 RW 001.

Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir, terlebih intensitas hujan di wilayah itu masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Warga takut badan jalan utama desa sewaktu-waktu amblas dan memutus akses penghubung antar wilayah.

Disamping itu, apabila longsor terus meluas maka bukan hanya akses transportasi masyarakat yang terganggu, namun rumah warga di sekitar lokasi juga berpotensi ikut terdampak.

“Kalau longsor terus terjadi, rumah warga yang berada dekat tebing sungai juga terancam amblas,” ujarnya.

Baca juga: Disdik Kotim siap sukseskan program wajib belajar 13 tahun

Pemerintah desa bersama pihak ketiga sebelumnya telah berupaya melakukan penanganan sementara dengan mengalihkan aliran sungai guna mengurangi tekanan arus di titik longsor. Namun upaya tersebut belum berjalan maksimal karena keterbatasan biaya penanganan.

Pemerintah desa bersama pihak ketiga sebenarnya telah melakukan upaya penanganan dengan mencoba mengalihkan arus sungai untuk mengurangi abrasi di titik rawan longsor. Namun, langkah tersebut belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan anggaran.

Pemerintah Desa Tumbang Mujam berharap ada bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat sebelum longsor semakin parah dan menimbulkan kerusakan lebih luas.

“Kami berharap ada langkah cepat agar akses jalan warga tetap aman dan permukiman masyarakat tidak terdampak lebih besar,” demikian Dolik.

Sementara itu, keterangan dari salah seorang warga Desa Sungai Hanya, Anjar, bahwa banjir telah merendam area pemukiman dan akses jalan di desa tersebut.

Banjir mulai terjadi sejak Selasa lalu dan sempat menunjukkan tanda-tanda surut pada Rabu sore. Namun, hujan deras yang kembali mengguyur wilayah itu membuat debit air naik lagi hingga merendam puluhan rumah warga.

“Hingga Kamis siang kondisi air masih bertahan dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Aktivitas masyarakat pun terganggu karena akses jalan ikut terendam banjir,” demikian Anjar.

Baca juga: Dinkes Kotim ingatkan bahaya DBD saat pancaroba

Baca juga: UNDA bersama OJK dan Pegadaian berkolaborasi tingkatkan literasi dan edukasi keuangan bagi mahasiswa

Baca juga: DPMPTSP Kotim ingatkan masyarakat waspadai penipuan mengatasnamakan OSS



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026