Logo Header Antaranews Kalteng

BPBD Palangka Raya edukasi pelajar tentang kesiapsiagaan bencana

Kamis, 14 Mei 2026 16:28 WIB
Image Print
BPBD Palangka Raya edukasi pelajar tentang kesiapsiagaan bencana. ANTARA/BPBD Kota Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan edukasi kepada para pelajar tentang kesiapsiagaan bencana sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana dan penggunaan jalur evakuasi sejak dini.

"Kali ini sasaran kami adalah siswa di SD Islam Darussalam, Kota Palangka Raya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi di Palangka Raya, Kamis.

Dia mengatakan, edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.

Heri mengatakan, edukasi kebencanaan kepada anak sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Anak-anak merupakan kelompok rentan ketika terjadi bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi maupun cuaca ekstrem. Dengan pemahaman dasar mengenai mitigasi dan cara menyelamatkan diri, anak dapat lebih siap menghadapi situasi darurat serta mengurangi risiko kepanikan saat bencana terjadi.

Pengenalan edukasi kebencanaan juga berperan dalam membentuk karakter disiplin, tanggap dan peduli terhadap lingkungan. Melalui simulasi evakuasi, pembelajaran di sekolah hingga permainan edukatif, anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga alam serta mengenali tanda-tanda bahaya di sekitarnya.

"Pengetahuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat disampaikan kembali kepada keluarga dan lingkungan sekitar," katanya.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya mulai periksa kesehatan hewan kurban

Selain itu, edukasi kebencanaan sejak dini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang tangguh menghadapi perubahan iklim dan ancaman bencana di masa depan.

Menurut dia, anak-anak merupakan kelompok yang rentan saat terjadi bencana sehingga perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu menyelamatkan diri dengan cepat dan tepat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran serta kesiapan anak-anak dalam menghadapi potensi bencana, khususnya dengan memahami penggunaan jalur evakuasi yang benar di lingkungan sekolah,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi dikemas secara edukatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan simulasi sederhana terkait tata cara evakuasi ketika terjadi kondisi darurat.

Dalam sosialisasi ini para peserta didik juga dikenalkan pada fungsi jalur evakuasi, titik kumpul aman, hingga langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Heri berharap, melalui kegiatan tersebut para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

“Harapannya, anak-anak dapat lebih sigap, tidak panik, serta mengetahui langkah penyelamatan diri yang tepat saat menghadapi situasi bencana,” katanya.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya kirim 156 peserta ajang Festival Budaya Isen Mulang 2026

Baca juga: DPRD Kalteng minta kepastian proyek kereta lintas Kalimantan hingga IKN

Baca juga: DPRD Palangka Raya dorong Gerakan Bersih Lingkungan lebih konsisten



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026