
Bapenda Kapuas borong empat rekor pajak tertinggi se-Kalteng

Kuala Kapuas (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kapuas, bersama UPT-PPD Samsat Kapuas, menyapu bersih penghargaan rangking pertama dengan menyabet empat rekor sekaligus dalam tingkat pertumbuhan penerimaan pajak, dengan menyisihkan seluruh Bapenda di 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.
Empat capaian tertinggi tersebut yaitu pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pertumbuhan penerimaan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pertumbuhan penerimaan Opsen PKB dan pertumbuhan penerimaan Opsen BBNKB periode Triwulan I Tahun 2026.
"Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan, dan target tahunan tercapai. Big goal-nya adalah peningkatan kontribusi PAD terhadap APBD serta kemandirian fiskal daerah bisa tercapai," harap Kepala Bapenda Kapuas, Yaya di Palangka Raya, Senin.
Sementara itu, Kepala UPT-PPD Samsat Kapuas, Mira Diyanty, mengatakan bahwa kenaikan ini dipicu salah satunya oleh kegiatan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (Pempator) yang diikuti kegiatan Hayak Bahayau serta kegiatan pendataan dan rekonsiliasi pembayaran PKB ke seluruh SKPD dan Instansi Vertikal di Kabupaten Kapuas.
"Kegiatan ini merupakan sinergi Bapenda Kapuas dan UPT-PPD Samsat Kapuas yang dibiayai dana cost sharing opsen. Dana cost sharing opsen adalah skema pendanaan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam membiayai operasional pemungutan PKB, BBNKB, MBLB beserta Opsen PKB, Opsen BBNKB dan Opsen MBLB,” terangnya.
Baca juga: Pemkab Kapuas klarifikasi tudingan pengadaan motor siluman
Kepala Bidang Pajak Bapenda Kalimantan Tengah, Robert Coven, mengatakan bahwa Bapenda Kapuas mencatat pertumbuhan penerimaan PKB tertinggi sebesar 18,83 persen, mencetak pertumbuhan penerimaan tertinggi Opsen PKB sebesar 21 persen, penerimaan tertinggi Opsen BBNKB sebesar 52 persen dan mencetak pertumbuhan penerimaan BBNKB tertinggi sebesar 93,75 persen.
"BBNKB ini dari kendaraan baru. Berarti di Kapuas banyak orang beli mobil baru," ujar Robert.
Sementara Kepala Bapenda Provinsi Kalteng, Anang Dirjo, mengatakan bahwa Bapenda harus mengoptimalkan PAD sebagai satu-satunya pendapatan daerah yang bisa diandalkan saat ini agar supaya TPP pegawai tidak dipotong.
"Karena tidak mungkin lagi minta ke pusat," demikian Anang Dirjo.
Baca juga: Tim Manyipet Putra Kapuas juara II di FBIM Kalteng
Baca juga: Sekda Kapuas minta OPD tindak lanjuti evaluasi tata kelola pemerintahan
Baca juga: Bermalam di lumbung harapan demi senyum petani
Oleh All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
