Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Bartim ajak IRT tingkatkan ekonomi lewat literasi inklusif

Selasa, 19 Mei 2026 16:00 WIB
Image Print
Suasana Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bartim di Perpustakaan Desa Tangkum, Senin (18/5/2026). ANTARA/HO-MMC Bartim.

Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, salah satunya melalui Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bartim Ari Panan P Lelo di Tamiang Layang, Selasa, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menanamkan budaya gemar membaca, tetapi juga menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga (IRT), meningkatkan kemampuan dan pendapatan ekonomi keluarga.

"Kami ingin mendorong sekaligus mengajak IRT di daerah ini, bisa ikut dan terlibat aktif dalam meningkatkan perekonomian melalui literasi inklusif," ucapnya.

Menurut dirinya, perpustakaan saat ini harus mampu menjadi ruang belajar yang hidup, produktif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Sebab, perpustakaan harus hadir di tengah masyarakat sebagai tempat belajar bersama, berbagi ilmu, dan membuka peluang ekonomi.

Untuk itu, konsep literasi berbasis inklusi sosial merupakan upaya menghadirkan perpustakaan sebagai pusat pengembangan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, bukan hanya tempat membaca buku. Termasuk bagian dari dukungan terhadap agenda prioritas nasional, serta masuk dalam program pembangunan daerah untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat.

"Jadi, melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memperoleh keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ari Panan.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ernawaty menyebutkan, pelatihan dirancang agar pengelola perpustakaan desa dan pengurus PKK, mampu menjadi agen berbagi ilmu di lingkungan masing-masing.

Peserta diberikan berbagai materi keterampilan praktis, seperti pembuatan kuliner sambal rujak dengan modal terjangkau namun memiliki nilai ekonomi menjanjikan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran public speaking serta pelatihan TIK SIM, guna meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemanfaatan teknologi informasi.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ilmu yang diperoleh nantinya bisa diteruskan kembali kepada warga desa lainnya, sehingga dampaknya lebih luas," jelasnya.

Baca juga: Bunda PAUD Bartim beri edukasi ke anak TK di Desa Jaar

Dalam sesi pelatihan, narasumber Fhenty memberikan materi keterampilan kuliner dan pengembangan usaha rumahan. Ia mendorong para peserta agar berani memulai usaha kecil berbasis potensi lokal karena peluang ekonomi kreatif saat ini cukup terbuka.

Sedangkan narasumber Imanuel Fransisco, membawakan materi terkait teknologi informasi dan komunikasi serta pentingnya kemampuan public speaking di era digital. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum dan memahami teknologi menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di desa.

Kegiatan tersebut diikuti pengelola perpustakaan desa dan pengurus PKK dari sejumlah desa di Kecamatan Raren Batuah, di antaranya Desa Tangkum, Malintut, Turan Amis, Sibung, Baruyan, Batuah, Lenggang, Puri dan Unsum.

Melalui program literasi inklusif tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Timur berharap perpustakaan desa dapat berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat yang produktif, inovatif, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
(*Kontributor lepas

Baca juga: Produk khas Bartim jadi buruan pengunjung Kalteng Expo 2026

Baca juga: Dekranasda Bartim maksimal ikuti lomba Fashion Show Wastra tingkat provinsi

Baca juga: Bupati Bartim perkuat kolaborasi mensukseskan program pertanian 2026



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026