
Satgaswil Kalteng edukasi bahaya IRET di expo

Palangka Raya (ANTARA) - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggencarkan edukasi pencegahan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), serta bahaya paham kekerasan pada ajang Kalteng Expo dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Badan Kesbangpol Kalteng,Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalteng, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng, hingga Radio Evella 96.7 FM melalui stand booth edukasi yang disiapkan Satgaswil Kalteng.
“Kegiatan ini sangat dibutuhkan mengingat masifnya penyebaran paham radikalisme melalui media digital. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, kontra narasi, dan penguatan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” kata IPTU Ganjar Satriyono mewakili Kasatgaswil Kalteng Kombes Pol Yulianto Rombe Biantong di Palangka Raya, kemarin.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas instansi dan elemen masyarakat dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyebaran paham radikal dan kekerasan melalui media digital.
Berbagai kegiatan edukatif digelar di stand booth tersebut, mulai dari podcast interaktif, pemasangan pamflet, sosialisasi bahaya intoleransi dan radikalisme, penayangan video kontra narasi, ikrar dan tanda tangan anti radikal, hingga pembagian stiker edukasi terkait bahaya bullying dan penyalahgunaan media sosial.
Turut hadir mendukung kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Kepala DP3APPKB Kalteng, jajaran FKUB Kalteng, organisasi masyarakat, generasi muda, Senkom Mitra Polri, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Baca juga: Kalteng Expo 2026 ruang promosi ragam potensi dan produk unggulan daerah
Salah satu narasumber podcast, Prof. Drs. Oka Swastika, S.H., M.Si., mengangkat tema “Satukan Frekuensi Beragama, Bersuku dan Berbudaya, Satukan Indonesia” yang menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman suku dan budaya.
Melalui kegiatan itu, Satgaswil Kalteng bersama seluruh pihak terkait berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan paham kekerasan demi terciptanya Kalteng yang aman dan harmonis.
"Semoga Kalteng selalu aman, nyaman dan damai sesuai kehendak kita semua sebagai masyarakat Kalteng," demikian Ganjar.
Baca juga: FBIM sarana pelestarian dan panggung atraksi kebudayaan di Kalimantan Tengah
Baca juga: Shalahuddin apresiasi kontingen Barito Utara tampil memukau di FBIM 2026
Baca juga: Gegap gempita Karnaval Budaya Kalimantan Tengah berpadu dalam harmoni
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
