Logo Header Antaranews Kalteng

Mensos RI dorong pengentasan kemiskinan terpadu lewat program Sekolah Rakyat di Katingan

Sabtu, 23 Mei 2026 15:28 WIB
Image Print
Mensos RI didampingi Bupati Katingan, saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 23 Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Katingan. (ANTARA/Naslee)

Kasongan (ANTARA) - Pemerintah pusat terus memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Republik Indonesia, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mensos RI menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Gedung Salawah Kasongan sekaligus meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 23 Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Katingan.

Kegiatan itu menjadi bagian dari kolaborasi program prioritas Presiden RI dalam membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi masyarakat. Kehadiran Gus Ipul bersama rombongan disambut antusias oleh para siswa, tenaga pendidik serta jajaran Pemerintah Kabupaten Katingan.

Pada kesempatan itu, siswa-siswi Sekolah Rakyat menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari daerah, pembacaan puisi, paduan suara hingga pidato menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Saifullah Yusuf mengatakan, perkembangan para siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Katingan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurutnya, para siswa kini semakin percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan mereka di depan publik.

“Saya merasa bahagia melihat perkembangan anak-anak di Sekolah Rakyat ini. Mereka lebih disiplin, lebih percaya diri dan berani tampil di depan umum. Ini menunjukkan proses pembelajaran berjalan dengan baik,” ucapnya.

Dia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga pendidikan hingga wali asuh yang terus membimbing para siswa selama menjalani pendidikan.

Mensos RI juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga penerima manfaat melalui berbagai program pemerintah. Dengan begitu, upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

“Anaknya mendapatkan pendidikan, sementara orang tuanya ikut diberdayakan melalui bantuan sosial, rumah layak huni, BPJS Kesehatan hingga dukungan usaha ekonomi. Jadi ini program terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Mensos RI didampingi Bupati Katingan usai pelaksanaan sosialisasi DTSEN di Gedung Salawah Kasongan. (ANTARA/Naslee)

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat permanen merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah menyediakan lahan, sedangkan pembangunan gedung dilakukan melalui dukungan APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Dia menyebut, sekolah rintisan di Kabupaten Katingan yang sebelumnya menampung sekitar 100 siswa akan terus mengalami peningkatan kapasitas. Tahun ini jumlah siswa diperkirakan mencapai 270 hingga 300 orang.

“Target Presiden, seluruh kabupaten dan kota nantinya memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat. Ini bagian dari upaya bersama untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Katingan Saiful, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Sosial RI ke Kabupaten Katingan. Dia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai program sosial di daerah dapat terus berlanjut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Sosial RI ke Kabupaten Katingan. Kehadiran beliau memberikan semangat dan harapan baru bagi daerah kami dalam upaya mengatasi persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.



Pewarta :
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026