Logo Header Antaranews Kalteng

Selat Solo jadi inspirasi menu alternatif olahan daging kurban Idul Adha

Senin, 25 Mei 2026 15:40 WIB
Image Print
Selat solo, hidangan yang terbuat dari daging sapi dan merupakan khas Jawa Tengah, menjadi salah satu referensi hidangan untuk Idul Adha. (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Jakarta (ANTARA) - Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita memberikan referensi hidangan Idul Adha dari Jawa Tengah selat Solo, yang dia sebut sebagai akulturasi budaya Indonesia dan Belanda.

“Selat Solo itu menurut aku akulturasi dari biefstuk-nya mereka alias bistik tapi manis, rasanya Jawa banget,” kata Ade kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Hidangan khas Idul Adha biasanya merupakan olahan daging sapi atau kambing, yang didapat dari ibadah kurban. Pada umumnya, masyarakat mengolah daging kurban menjadi sate atau gulai.

Selat Solo, kata Ade menjelaskan, merupakan akulturasi kuliner antara Keraton Surakarta dengan Belanda pada masa kolonial dengan bahan dasar daging dan rempah khas Jawa.

Hidangan itu memadukan masakan daging ala Barat dengan kuah kaldu yang lebih cair, kecap manis, serta tambahan telur bacem dan kentang goreng, acar, kacang dan bawang.

Di negara aslinya Belanda, biefstuk atau bistik berbentuk daging panggang dengan kombinasi kentang tumbuk dan sayur yang merupakan makanan para raja kala itu.

Ade mengatakan masakan Idul Adha bisa dimodifikasi dan tidak melulu harus olahan santan atau berkuah, seperti kambing yang bisa dijadikan olahan lada hitam, atau mengambil inspirasi dari hidangan dari daerah lain di Indonesia seperti krengsengan daging yang dimasak tumis menggunakan rempah, kecap manis dan petis udang.

Daging kambing sama fleksibelnya dengan daging sapi yang juga bisa diolah menggunakan bumbu rendang meskipun kurang populer di Indonesia dan masih banyak yang tidak membuatnya karena takut mencoba.

Dia juga mengatakan tidak ada salahnya untuk mencoba resep baru yang terinspirasi dari masakan luar negeri untuk menambah kekayaan kuliner Idul Adha.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026