
DPKP Gumas jadikan Desa Karya Bhakti percontohan Program KAPAKAT

Kuala Kurun (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menjadikan Desa Karya Bhakti, Kecamatan Rungan, sebagai pilot project atau percontohan Program Ketahanan Pangan Keluarga Terpadu (KAPAKAT).
Kepala DPKP Gumas Eigh Manto saat dihubungi dari Kuala Kurun, Minggu, menjelaskan KAPAKAT merupakan program inovasi yang menyinergikan kegiatan lintas bidang dengan fokus pemberdayaan berbasis keluarga sebagai organisasi terkecil dalam masyarakat.
"Program ini kami angkat sebagai penjabaran dari program nasional terkait ketahanan pangan mandiri, sekaligus mendukung Program Huma Betang dari pemerintah provinsi dan Program Tambun Bungai Mandiri dari pemerintah kabupaten," ujarnya.
Adapun kegiatan dalam Program KAPAKAT meliputi sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sosialisasi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), serta pelatihan diversifikasi pangan lokal dan pangan berbahan baku ikan.
Selain itu, program ini juga mencakup bantuan bagi pembudidaya ikan pada kolam pekarangan, bantuan benih sayuran yang terintegrasi dengan perkolaman, serta Gerakan Pangan Murah (GPM).
Baca juga: Polres Gunung Mas ungkap kasus pencurian sawit di Manuhing
Ia menjelaskan, Karya Bhakti dipilih sebagai pilot project Program KAPAKAT setelah melalui beberapa tahap komunikasi, diskusi, serta kesepakatan antara DPKP Gumas dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Yang menarik, kelompok pembudidaya ikan di desa ini terdiri dari ibu-ibu, sehingga KAPAKAT sekaligus mendukung Pengarusutamaan Gender (PUG) di kabupaten bermoto "Habangkalan Penyang Karuhei Tatau".
Lebih lanjut, ia menambahkan Program KAPAKAT telah dirancang sejak 2025 dan mulai diimplementasikan tahun ini di Karya Bhakti.
Serangkaian kegiatan pun telah berjalan, mulai dari sosialisasi Gemarikan, demo masak diversifikasi hasil perikanan, hingga pemberian bantuan peralatan memasak kepada masyarakat setempat.
Ia berharap Program KAPAKAT menjadi jalan bagi masyarakat Karya Bhakti untuk mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri, sekaligus menekan pengeluaran keluarga.
"Syukur-syukur jika hasil panen melimpah, sehingga bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat," demikian Eigh Manto.
Baca juga: Polisi tindak pelaku balap liar gunakan knalpot brong di Gunung Mas
Baca juga: Pemkab Gumas kenalkan hidroterapi kepada siswa sekolah lansia
Baca juga: Legislator Gunung Mas sebut Idul Adha ajarkan keikhlasan berkurban
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
