Logo Header Antaranews Kalteng

Nama pejabat Dinas Pendidikan Barito Utara dicatut, masyarakat diminta waspada

Minggu, 31 Mei 2026 20:31 WIB
Image Print
Oknum yang mengatasnamakan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pendidikan Barito Utara meminta sejumlah bantuan dana kepada para pengusaha (kontraktor) di Dinas Pendidikan. ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, meminta masyarakat daerah ini meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan melalui media sosial dan aplikasi WhatsApp (WA) yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan pemerintah daerah setempat.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Jika ada nomor mencurigakan yang mengaku sebagai saya, mohon segera dikonfirmasi melalui kanal resmi pemerintah daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Muhammad Iman Topik di Muara Teweh, Minggu.

Salah satu modus yang terungkap baru-baru ini adalah pencatutan nama Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Muhammad Iman Topik untuk meminta sejumlah uang kepada masyarakat.

Topik menegaskan dirinya tidak pernah meminta bantuan dana maupun menawarkan program tertentu melalui nomor pribadi yang tidak resmi.

“Kami tidak pernah meminta data pribadi ataupun bantuan dana kepada masyarakat melalui pesan WhatsApp pribadi. Modus seperti ini sangat merugikan masyarakat. Jangan sampai ada yang menjadi korban akibat kurang teliti dalam menerima informasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pelaku menggunakan foto profil dan identitas dirinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan untuk meyakinkan calon korban.

Bahkan, oknum tersebut juga mengatasnamakan Sekretaris Dinas Pendidikan guna melancarkan aksinya dengan berbagai alasan, mulai dari menawarkan bantuan hingga meminta sejumlah uang.

Kasus tersebut diketahui setelah seorang pengusaha atau pemborong menanyakan nomor Kepala Dinas Pendidikan yang baru karena menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai Kadisdik Barito Utara dan meminta bantuan dana sebesar Rp27 juta.

Dalam percakapan yang diterima korban, pelaku berulang kali meminta bantuan dana dengan alasan kebutuhan mendesak dan menjanjikan pengembalian uang dalam waktu singkat. Modus tersebut diduga sengaja dirancang untuk memperoleh kepercayaan dari calon korban.

Topik menegaskan bahwa seluruh informasi maupun komunikasi resmi yang berkaitan dengan program pemerintah disampaikan melalui saluran resmi dan bukan melalui permintaan pribadi yang bersifat mendadak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi, tidak melakukan transfer uang kepada pihak yang tidak dikenal, serta selalu melakukan verifikasi apabila menerima pesan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah," kata dia.

Selain itu, masyarakat diminta segera mengabaikan setiap pesan yang mencurigakan dan melaporkannya kepada pihak berwenang apabila menemukan akun atau nomor palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah.

“Kami berharap masyarakat selalu mengecek kebenaran informasi melalui akun resmi pemerintah dan tidak mudah percaya terhadap permintaan yang tidak wajar,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, nomor yang digunakan oknum yang mengaku sebagai Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara adalah 0813 8806 082, sedangkan nomor yang mengaku sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan adalah 0823 1941 3168.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengingatkan masyarakat agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital yang terus berkembang.

Dengan kehati-hatian dan verifikasi informasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan pejabat maupun instansi pemerintah.



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026