
HNR Cup 2 resmi bergulir diramaikan 64 tim

Sampit (ANTARA) - Turnamen sepak bola HNR Cup 2 Tahun 2026 resmi bergulir di Stadion 29 November Sampit dengan diikuti 64 tim peserta, menandai dimulainya kompetisi selama 32 hari yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
“Alhamdulillah kita menyaksikan bersama-sama pembukaan HNR Cup 2 yang begitu meriah. Dengan 64 tim yang siap berkompetisi selama 32 hari, harapan kami ajang ini menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan persepakbolaan di Kotim, khususnya Kota Sampit,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Minggu.
Hal ini ia sampaikan usai membuka secara resmi HNR Cup 2 tahun 2026 yang dilaksanakan di Stadion 29 November Sampit.
Halikinnor menjelaskan sepak bola merupakan olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat sehingga kehadiran HNR Cup 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana hiburan positif yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat.
Ia menilai HNR Cup 2 juga memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan olahraga daerah karena menjadi wadah bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah pengalaman bertanding.
“Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana menjaring bibit-bibit yang punya talenta dan potensi,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Dalam waktu sekitar tiga jam, kuota peserta langsung terpenuhi sehingga panitia harus membatasi jumlah tim yang dapat ikut berkompetisi meskipun masih banyak klub yang ingin mendaftar.
Tingginya minat peserta tersebut menunjukkan besarnya gairah sepak bola di Kotim yang selama ini membutuhkan lebih banyak ruang kompetisi untuk menyalurkan bakat dan meningkatkan kualitas pemain daerah.
Untuk mendukung proses pembinaan, panitia juga menghadirkan sejumlah pemain nasional yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi profesional Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus membuka peluang pembinaan lebih lanjut bagi pemain muda berbakat asal Kotim.
“Kita undang pemain nasional yang juga merupakan pelatih. Siapa tahu ada anak-anak kita yang punya potensi, bakat dan talenta, sehingga bisa mendapatkan bimbingan atau pelatihan lebih lanjut dari mereka,” ucapnya.
Baca juga: Polres Kotim ungkap 80 kasus kejahatan sepanjang Januari-Mei 2026
Halikinnor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari panitia pelaksana, aparat keamanan, sponsor hingga masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga HNR Cup 2 dapat terlaksana dengan meriah.
Turnamen yang berlangsung selama lebih dari satu bulan tersebut juga diyakini memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif yang beraktivitas di sekitar stadion selama pertandingan berlangsung.
Penyelenggaraan HNR Cup 2 pun disebut sebagai contoh positif kolaborasi masyarakat dalam membangun olahraga tanpa bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Pasalnya, seluruh biaya pelaksanaan turnamen berasal dari dukungan sponsor dan swadaya, termasuk sejumlah perbaikan fasilitas lapangan yang dilakukan menjelang kompetisi.
Semangat gotong royong tersebut menunjukkan bahwa pembangunan olahraga dapat tumbuh dari kepedulian bersama demi memberikan hiburan sekaligus manfaat bagi masyarakat luas.
“Anggaran kegiatan ini semuanya dari sponsor dan saya pribadi, tidak menggunakan uang daerah atau APBD. Bahkan, lapangan sepak bola ini banyak diperbaiki oleh panitia. Jadi kontribusi kegiatan ini juga membantu perbaikan lapangan sepak bola kita,” tegasnya.
Ke depan, Halikinnor berharap HNR Cup dapat terus berkembang dan menjadi turnamen sepak bola bergengsi di Kalimantan Tengah, bahkan mampu menghadirkan lebih banyak pemain nasional maupun internasional untuk meningkatkan kualitas kompetisi.
“Melalui olahraga, kita mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangun persaudaraan. Sesuai tema HNR Cup tahun ini, sepak bola adalah romantisme cinta yang paling nyata,” pungkasnya.
Ketua Panitia HNR Cup 2 Akhmad Bashudin menyampaikan bahwa kompetisi sepak bola ini tidak hanya berorientasi pada pertandingan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat, membangun semangat sportivitas, serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga.
Ia menyebut, HNR Cup 2 menjadi wadah yang mempertemukan para pesepak bola dari berbagai daerah di wilayah barat Kalimantan Tengah dalam suasana kompetisi yang sehat dan penuh persaudaraan.
“Turnamen sepak bola ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan semangat sportivitas, serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga sepak bola,” ujar Bashudin.
Ia melanjutkan, HNR Cup 2 diikuti sebanyak 64 tim yang berasal dari Kabupaten Kotim, Seruyan dan Kotawaringin Barat. Seluruh pertandingan dipusatkan di Stadion 29 November Sampit dan akan berlangsung mulai 31 Mei hingga 5 Juli 2026.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan sistem pertandingan gugur, panitia memperkirakan jalannya kompetisi akan berlangsung ketat sejak babak awal hingga partai final.
Oleh sebab itu, seluruh persiapan teknis, keamanan, hingga layanan kesehatan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran turnamen.
Baca juga: Polres Kotim ungkap 80 kasus kejahatan sepanjang Januari-Mei 2026
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah daerah, sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, panitia pelaksana hingga masyarakat yang memberikan dukungan selama persiapan maupun pelaksanaan turnamen
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan pembukaan yang berlangsung meriah menjadi modal penting bagi panitia untuk menjaga kualitas pelaksanaan turnamen hingga berakhir nanti.
“Ia berharap seluruh pertandingan dapat berjalan aman, tertib dan menghasilkan tontonan menarik bagi masyarakat,” ucapnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, HNR Cup 2 juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antar pemain dan klub yang berasal dari berbagai daerah. Untuk itu, panitia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan selama turnamen berlangsung.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan mematuhi peraturan pertandingan yang telah ditetapkan,” ucapnya.
Bashudin juga mengingatkan seluruh tim peserta agar memanfaatkan waktu dengan baik untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap pertandingan. Dengan format sistem gugur, setiap laga memiliki arti penting karena kekalahan akan langsung mengakhiri perjalanan tim di turnamen.
Dengan begitu, tim-tim yang berhasil lolos ke babak berikutnya harus meningkatkan kesiapan dan strategi permainan agar mampu menghadapi lawan yang semakin kuat pada fase-fase selanjutnya.
“Untuk tim-tim yang bertanding, saya berpesan tampilkan permainan terbaik dan jaga sportivitas. Musuh hanya di lapangan, setelah pertandingan tetap berkawan,” demikian Bashudin.
Sementara itu tim RSDM FC dari RSUD dr Murjani Sampit tampil dominan pada pembukaan HNR Cup 2 ini dengan berhasil mengungguli lawan mainnya, yakni Juaraga FC, dengan skor 0-7.
RSDM FC sendiri merupakan juara pertama pada ajang HNR Cup 1 tahun lalu. Status sebagai juara menjadi motivasi tersendiri untuk tetap tampil maksimal meski di tengah guyuran hujan.
Baca juga: Kodim 1015/Sampit perkuat komunikasi sosial dengan masyarakat
Baca juga: Polres Kotim ungkap empat kasus pencurian sawit
Baca juga: Polres Kotim tangkap kawanan pencuri komponen ekskavator
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
