
Pemkab Kotim tambah kekuatan Redkar hadapi kemarau

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan meresmikan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) dan Mentaya Hilir Selatan (MHS).
“Luasnya wilayah Kotim dengan ancaman kebakaran permukiman serta hutan dan lahan menuntut kesiapsiagaan tinggi, sehingga Redkar hadir sebagai mitra strategis dan garda terdepan dalam tindakan awal penanggulangan bencana,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Senin.
Halikinnor menjelaskan, keberadaan Redkar memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya penanganan kebakaran, terutama mengingat wilayah Kotim yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kebakaran pemukiman maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembentukan dan pembinaan Redkar menjadi langkah nyata untuk memperkuat respons darurat di tingkat masyarakat.
Selain meningkatkan kecepatan penanganan saat terjadi kebakaran, keberadaan relawan juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).
Orang nomor satu di Kotim ini juga mengapresiasi para relawan yang selama ini secara swadaya membentuk kelompok pemadam kebakaran berskala kecil di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Sampit.
Meski bersifat swadaya, tetapi semangat pada Redkar ini patut diacungi jempol. Dengan peralatan portable seadanya, keberadaan Redkar ini kerap sangat membantu dalam penanganan awal sebelum petugas damkar tiba di lokasi kejadian.
“Kalau ada kebakaran, mereka dengan tanggap membantu bahkan sebelum damkar datang. Termasuk juga dalam pemadaman karhutla. Maka dari itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan atas jiwa kemanusiaan dan semangat mulianya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik menyampaikan, bahwa peresmian kali ini dilakukan untuk terhadap 32 relawan telah tergabung di Redkar MHU dan 40 orang relawan dari Redkar MHS.
Dengan peresmian ini, kedepannya keberadaan relawan tersebut akan berada di bawah pembinaan Disdamkarmat Kotim.
Baca juga: Bupati Kotim: Partisipasi Sensus Ekonomi bantu wujudkan kebijakan tepat sasaran
Meski pendanaannya masih dilakukan secara swadaya oleh para relawan, pemerintah tetap memberikan dukungan berupa pelatihan, pembinaan serta bantuan perlengkapan dasar pemadam kebakaran.
“Untuk pendanaannya mereka swadaya sendiri, tetapi dalam pelatihannya tetap kami bantu. Kami juga memberikan selang pemadam, pakaian dan alat pelindung diri agar mereka bisa bekerja dengan baik di lapangan,” jelas Taufik.
Ia melanjutkan, tujuan utama pembentukan Redkar adalah mempercepat penanganan kebakaran dan penyelamatan di lapangan sebelum petugas damkar tiba. Dengan begitu, api dapat segera dikendalikan sehingga risiko kerugian dan korban dapat diminimalkan.
Selain itu, pembentukan Redkar juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kebakaran. Disdamkarmat menargetkan keberadaan Redkar dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kotim secara bertahap sehingga layanan penanganan kebakaran semakin dekat dengan masyarakat.
Saat ini Redkar telah terbentuk dan diresmikan di enam kecamatan dengan jumlah personel sekitar 250 orang. Namun angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal mengingat luas wilayah Kotim yang terdiri atas 17 kecamatan.
“Menurut SPM kami, dengan luasan wilayah Kotim yang begitu besar, kebutuhan Redkar kurang lebih sekitar 1.000 orang. Artinya saat ini kita masih kekurangan dan akan terus membentuk Redkar di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki relawan,” sebutnya.
Taufik menambahkan, peran Redkar selama ini sangat dirasakan karena selalu terlibat bersama petugas damkar dalam berbagai operasi pemadaman maupun penyelamatan. Para relawan juga akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan segera berlangsung.
Dalam upaya antisipasi karhutla, seluruh Redkar yang telah terbentuk akan dilibatkan untuk membantu pemadaman kebakaran lahan maupun kebakaran permukiman di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat respons awal sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hingga ke tingkat kecamatan.
“Jadi, Redkar yang sudah ada di enam kecamatan ini akan ditugaskan membantu penanganan karhutla dan pemadaman api di pemukiman. Semuanya akan dilibatkan untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau,” demikian Taufik.
Baca juga: Bupati Kotim serukan penguatan persatuan pedomani Pancasila
Baca juga: Dispora Kotim gelorakan semangat berolahraga melalui lomba senam
Baca juga: Polres Kotim ungkap 80 kasus kejahatan sepanjang Januari-Mei 2026
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
