
Nvidia luncurkan chip AI RTX Spark untuk tingkatkan performa laptop dan desktop

Jakarta (ANTARA) - Nvidia resmi mengumumkan RTX Spark, keluarga chip baru yang menandai masuknya perusahaan ke pasar prosesor PC konsumen, bersaing dengan Intel, AMD, Apple, dan Qualcomm.
Dilaporkan The Verge pada Senin waktu setempat, chip ini menggabungkan CPU berbasis Arm, GPU Blackwell, dan kemampuan AI dalam satu paket.
Adapun varian tertinggi RTX Spark memiliki 20 inti CPU, 6.144 core pada GPU, serta memori LPDDR5X hingga 128 GB.
Seperti Apple dan Qualcomm Snapdragon X, RTX Spark menggunakan arsitektur Arm.
Karena itu, aplikasi Windows lama berbasis x86 masih harus dijalankan melalui emulasi.
Namun demikian, Nvidia meyakini optimalisasi Windows dan emulator Prism dari Microsoft akan membantu menghadirkan pengalaman yang lebih baik.
Nvidia mengklaim RTX Spark mampu menangani berbagai beban kerja berat, mulai dari merender adegan 3D berukuran 90 GB, mengedit video 12K, hingga memainkan gim "Indiana Jones and the Great Circle" pada 100 fps di resolusi 1440p.
Dengan memori terpadu hingga 128 GB, chip ini juga diklaim mampu menjalankan agen AI berukuran hingga 120 miliar parameter secara lokal di perangkat.
Nvidia menyebut hal ini sebagai awal dari paradigma baru komputasi pribadi, di mana AI menjadi antarmuka utama pengguna.
Delapan laptop berbasis RTX Spark telah dikonfirmasi meluncur pada musim gugur tahun ini, termasuk model dari Asus, Dell, HP, Lenovo, MSI, dan Microsoft.
Nvidia menyebut lebih dari 30 laptop dan 10 desktop sedang dikembangkan oleh para mitranya.
Meski menjanjikan performa tinggi dan efisiensi daya yang lebih baik, Nvidia belum mengungkap harga maupun data resmi.
Perusahaan hanya menyebut perangkat generasi pertama akan menyasar segmen premium dan memiliki performa grafis setara GPU laptop GeForce RTX 5070.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
