Logo Header Antaranews Kalteng

GIZ dan KLH ajak generasi muda Jakarta perkuat literasi ekosistem mangrove

Selasa, 2 Juni 2026 14:52 WIB
Image Print
Petani memanen ikan bandeng di tambak kawasan mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Budidaya perikanan dengan metode silvofishery yang mengintegrasikan tambak dan mangrove tersebut dikembangkan untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas hasil perikanan. ANTARA/HO-Diskominfotik Surabaya/am.

Jakarta (ANTARA) - Kolaborasi The International Climate Initiative (IKI) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak generasi muda memperkuat literasi lingkungan mengenai fungsi penting ekosistem mangrove sebagai benteng pertahanan ekologi perkotaan.

Lead Communication Unit for Resilient Nature Cooperation Area, GIZ Indonesia Gandabhaskara Saputra mengatakan lokasi edukasi berada di Taman Wisata Alam Angke Kapuk karena merepresentasikan salah satu ekosistem mangrove urban yang krusial di ibu kota.

"Kegiatan di TWA Angke Kapuk ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional hasil kerja sama GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan memberikan pengalaman dan edukasi pentingnya keanekaragaman hayati bagi generasi muda langsung di lapangan sebagai frontliners menjaga keberlanjutan lingkungan hidup," katanya dalam keterangan pers yang diterima, Selasa.

Kegiatan ini melibatkan 120 siswa dan guru pendamping yang berasal dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jakarta.

Para siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam, mengenali berbagai spesies flora dan fauna pesisir, serta memahami mekanisme adaptasi ekosistem mangrove dalam menghadapi perubahan iklim global dan ancaman abrasi.

Kegiatan itu sejalan dengan salah satu poin dalam tujuh langkah strategis implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045, yakni menempatkan generasi muda sebagai pelopor masa depan konservasi melalui penguatan literasi dan tanggung jawab menjaga ekosistem lingkungan.

Sinergi global ini juga menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi penerus sebagai garda depan aksi iklim di tingkat lokal yang berdampak pada keberlanjutan global.

Melalui pendekatan edukasi interaktif ini, para peserta mendapatkan wawasan baru yang mengubah cara pandang mereka terhadap pelestarian lingkungan.

Pengalaman langsung di lapangan juga terbukti mampu menjembatani teori pengetahuan di sekolah dengan realita upaya konservasi di tingkat tapak.

"Saya jadi bisa paham soal mangrove, yang sebelumnya saya tidak tahu. Awalnya saya hanya tahu mangrove itu tumbuh di pinggir laut. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa mangrove bisa mencegah abrasi, menghadapi perubahan cuaca, dan mampu hidup di tanah berlumpur. Saya juga jadi kenal jenis-jenis mangrove sekaligus bisa bertemu dengan teman-teman baru," ujar siswa dari SMK Yadika 2 Vincent Suhardo.

Sebagai mitra pembangunan yang sudah membersamai Indonesia lebih dari 5 dekade, sinergi berkelanjutan seperti yang terjalin antara KLH, GIZ, dan sektor pendidikan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen perubahan muda yang siap berkontribusi aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati nusantara demi keberlanjutan masa depan bumi dan pembangunan Indonesia yang lebih baik.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026