
Bupati Lamandau minta PKS sesuaikan harga TBS sawit demi kesejahteraan petani

Nanga Bulik (ANTARA) - Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah Rizky Aditya Putra meminta pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di wilayahnya segera menyesuaikan harga tandan buah segar (TBS) sawit, sesuai pedoman yang telah ditetapkan pemerintah melalui Dinas Perkebunan.
"Kami melihat adanya penurunan harga TBS di lapangan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat," kata Rizky dalam keterangannya.
Seluruh PKS di Lamandau diharap segera melakukan penyesuaian harga sehingga petani memperoleh nilai jual lebih layak dan mampu meningkatkan kesejahteraan.
Dia mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono agar harga TBS di tingkat petani kembali mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Pemkab Lamandau kembali raih opini WTP atas LKPD 2025
Rizky mengungkapkan berdasarkan pemantauannya, harga TBS di sejumlah pabrik saat ini telah mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram.
Ia juga menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk turut melakukan pengawasan terhadap harga pembelian TBS di tingkat pengepul maupun pedagang yang beroperasi di desa dan kecamatan.
"Kami berharap harga TBS terus membaik dan seluruh PKS dapat memberikan harga terbaik bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Lamandau," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lamandau berkomitmen terus memantau perkembangan harga komoditas sawit dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, guna menjaga stabilitas harga serta melindungi kepentingan petani di daerah tersebut.
Baca juga: Bupati Lamandau harap kebahagiaan Idul Adha dirasakan lebih luas oleh masyarakat
Baca juga: Pemkab Lamandau alokasikan Rp15 miliar sediakan layanan kesehatan gratis
Baca juga: Posyandu desa Se-Belantikan Raya perkuat layanan dasar berbasis enam SPM
Pewarta : Yansyah
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
