
Bupati Kobar: Status baru BPR Marunting harus ciptakan perubahan besar

Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah berharap perubahan badan hukum dan nomenklatur perusahaan umum daerah (perumda) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Marunting Sejahtera menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda), harus mampu menciptakan perubahan besar.
"Perubahan ini harus menjadi strategi memperkuat tata kelola perusahaan, memperluas akses permodalan dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan Bank Daerah yang akuntabel dan kompetitif," kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Rabu.
Sebelumnya, perusahaan tersebut bernama Perumda BPR Marunting Sejahtera setelah penyesuaian bentuk badan hukum daerah, saat ini nama resmi lembaga tersebut adalah PT BPR Marunting Sejahtera (Perseroda). Hal tersebut merupakan perubahan bentuk hukum yang berpotensi masuknya investasi swasta, dengan memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Kobar itu mengatakan, perubahan itu juga memperluas orientasi bisnis perusahaan dan tetap menjaga fungsi layanan publik, sebagai upaya untuk perkembangan sektor perekonomian di daerah.
"Langkah ini merupakan kepatuhan kita terhadap regulasi pusat, yang di atur dalam undang-undang nomer 4 Tahun 2023, tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan," jelasnya.
Nurhidayah pun berharap dengan status barunya PT BPR Marunting Sejahtera menjadi Perseroda di harapkan dapat menjadikan perubahan besar bagi perbankan daerah itu.
"Terutama, dalam meningkatkan struktur modal dan menuntut standar transparansi yang lebih tinggi sesuai standar perbankan nasional," ujarnya.
Baca juga: Bupati Kobar serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD ke DPRD
Tidak hanya itu, lanjut dia, hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk lebih inovatif dalam menciptakan produk layanan yang menyentuh langsung seluruh lapisan masyarakat.
"Pemkab Kobar berkomitmen akan terus memberikan dukungan kepada PT BPR Marunting Sejahtera, dengan begitu menjadi lembaga keuangan yang sehat, kuat, terpercaya dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat di daerah ini," demikian Nurhidayah.
Baca juga: Bupati Kobar sebut Pancasila perekat keutuhan bangsa
Baca juga: Pemkab Kobar untuk ke-12 kali opini WTP dari BPK RI
Baca juga: Sebanyak 163 ekor sapi kurban disalurkan Pemkab Kobar kepada enam kecamatan
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
