Logo Header Antaranews Kalteng

Kotim perkuat akurasi data geospasial untuk perencanaan pembangunan

Rabu, 3 Juni 2026 17:32 WIB
Image Print
Pemkab Kotim menggelar bimtek berstandar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI), Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Kotim.

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperkuat akurasi data geospasial untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur dalam menyajikan informasi yang valid demi mengoptimalkan perencanaan pembangunan daerah yang terfokus.

"Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengelola simpul jaringan dalam mengelola data geospasial tematik, dan peningkatan kualitas data pada geoportal Kotim," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi di Sampit, Rabu.

Hal ini ia sampaikan saat membuka bimbingan teknis berstandar Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) yang digelar di Aula Sei Mentaya Bapperida Kotim. Dalam kegiatan ini, Pemkab Kotim menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai narasumbernya.

Umar menjelaskan, bimbingan teknis yang bekerja sama dengan BIG Jakarta ini menekankan pentingnya standarisasi data yang akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar nasional.

Langkah tersebut sangat penting bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku produsen data di tingkat daerah, agar mampu mengintegrasikan serta menyajikan informasi yang valid.

Simpul jaringan di Kotim memegang peranan penting, terutama dalam perencanaan tata ruang, pengembangan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal. Keberadaan data yang terintegrasi akan menjadi acuan utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang berbasis spasial.

"Kami harapkan data-data yang disampaikan oleh kepala OPD ini bisa memberikan data yang akurat, data yang lengkap sesuai dengan data dan fakta yang ada, sehingga data itu bisa kita gunakan untuk perencanaan pembangunan Kotim," ujar Umar.

Ia mengakui bahwa kondisi wilayah Kotim yang sangat luas memberikan tantangan tersendiri berupa kendala dalam pengumpulan data di lapangan. Namun, melalui pemanggilan dan pembinaan seluruh organisasi perangkat daerah teknis ini, kendala tersebut diharapkan dapat diminimalisir sekecil mungkin. Setiap OPD merupakan sumber data utama yang memiliki peran vital untuk menyuplai informasi sektoral yang valid.

Umar meminta seluruh peserta bimtek berperan aktif memastikan data geospasial yang diproduksi setiap instansi tervalidasi dengan baik sebelum diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam sistem geoportal daerah.

"Data tersebut sungguh banyak manfaatnya, salah satu untuk perencanaan kegiatan pembangunan, misal daerah utara seperti apa kondisinya karakteristiknya, kemudian daerah selatan dan barat. Data-data itulah yang kita bisa gunakan, baik untuk pembangunan maupun kegiatan lain kedepannya," pungkasnya.

Kepala Bapperida Kotim Alang Arianto menambahkan, peserta bimtek berasal dari 32 OPD yang berperan sebagai produsen sekaligus pengelola data sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurutnya, seluruh OPD memiliki data geospasial yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem perencanaan pembangunan daerah secara terpadu dan berbasis data akurat.

"Peserta ini kita undang dari yang berperan sebagai produsen atau yang mengolah data dari 32 OPD yang ada di Kotim. Karena memang dari OPD inilah nanti data-data geospasial yang bisa kita gunakan," ucapnya.

Ia menerangkan, upaya penguatan pengelolaan data geospasial sebenarnya telah dilakukan sejak 2023 melalui sosialisasi serupa. Dari hasil pembinaan dan evaluasi tersebut, Kotim berhasil meraih penghargaan pada 2024 karena dinilai unggul dalam pengelolaan geoportal daerah.

Bahkan, lanjut dia, secara regional Kalimantan hanya terdapat dua daerah yang memperoleh kategori unggul atau berstatus "biru", yakni Kotim dan Kabupaten Kubu Raya. Sementara secara nasional hanya 28 kabupaten yang berhasil mencapai penilaian tersebut.

Baca juga: Dispora Kotim minta sekolah giatkan kembali SKJ

Kendati telah memperoleh penghargaan, evaluasi terhadap pengelolaan geoportal daerah tetap dilakukan secara berkala. Hasil evaluasi itulah yang kemudian menjadi dasar dilaksanakannya sosialisasi dan bimtek lanjutan pada tahun ini.

Alang menyebutkan, salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pemahaman mengenai standar KUGI yang menjadi acuan nasional dalam penyusunan data dan peta geospasial.

Menurutnya, standar tersebut cukup teknis sehingga perlu dipahami secara menyeluruh oleh pengelola data di setiap OPD, terutama terkait ketentuan skala peta, struktur data, hingga penempatan titik koordinat yang benar.

"Karena ini standarnya KUGI, mungkin bagi yang bukan dari bidang geografi agak bingung. Padahal di dalamnya mengatur bagaimana skala peta yang diperbolehkan dan bagaimana data itu disusun agar bisa dimanfaatkan untuk perencanaan," jelasnya.

Ia mencontohkan, setiap OPD memiliki data penting yang harus terintegrasi ke dalam sistem geospasial daerah, seperti data lokasi sekolah milik Dinas Pendidikan yang harus dilengkapi titik koordinat agar memudahkan proses analisis dan penyusunan program pembangunan.

Baca juga: Legislator Kotim ingatkan SPMB harus adil dan merata

Dengan sistem data yang terintegrasi, pemerintah daerah dapat lebih mudah memetakan kondisi wilayah utara, selatan, barat, maupun kawasan lainnya sesuai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

"Misalnya sekolah SD itu letaknya di mana saja, semuanya ada titik koordinatnya. Jadi ketika kita melihat data itu, akan lebih mudah dalam sistem perencanaan pembangunan," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari BIG yang dinilai sangat membantu Pemkab Kotim dalam memperkuat kualitas simpul jaringan dan pengembangan geoportal daerah.

Kerja sama yang telah terjalin melalui nota kesepahaman antara Pemkab Kotim dan BIG sejak 2023 diharapkan bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat untuk pembangunan di Bumi Habaring Hurung kedepan.

Baca juga: Paskibraka Kotim 2025 siap bertransformasi jadi Duta Pancasila

Baca juga: DPRD Kotim soroti fenomena siswa 'melambai' di sekolah

Baca juga: Pesepak bola muda Kotim berpeluang ikuti pembinaan di klub profesional

"Ketika kita ingin memperbaiki status jaringan dan geoportal kita, tinggal berkoordinasi dengan BIG. Mereka bersedia membantu dan mendampingi kita lagi," demikian Alang.



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026